Persiapan Armuzna, Pembimbing Kolaborasi Lakukan Manasik di Kloter 3 dan 19 UPG 

Persiapan Armuzna, Pembimbing Kolaborasi Lakukan Manasik di Kloter 3 dan 19 UPG 

Pembimbing Kloter 3 UPG H Jamaruddin, memberikan manasik kepada jemaah haji di Barru, Parepare, dan Maros. Manasik juga dikuti jemaah Pangkep dan Takalar yang ada di kloter 19 UPG.

Makkah, Upeks–Jemaah haji yang sudah berada di Kota Makkah saat ini tengah melakukan berbagai persiapan menjelang puncak haji.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan pembimbing ibadah Kloter 3 UPG dan 19 UPG Embarkasi Makassar berkolaborasi melaksanakan manasik menjelang puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Pembimbing Kloter 3 UPG H Jamaruddin, melaporkan bahwa jemaah yang tergabung di kloter ini, Barru, Parepare, dan Maros sudah delapan hari di Kota Makkah.

Kemudian Kloter 19 UPG dari Kabupaten Pangkep dan Takalar yang sudah tiga hari di Kota Makassar, juga melakukan hal serupa dibantu Ustaz HM Arif Arfah Lc.

“Setelah shalat subuh berjamaah kami berkolaborasi melaksanakan manasik pemantapan persiapan Armuzna, bersama Ust. M. Arif Arfah, Lc  dan Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 19 dari KBIHU Fadhlurrahman dari Pangkep, kami bergantian memberikan ceramah, manasik serta softskill dalam persiapan Armuzna,”jelasnya, Rabu 29 Mei 2024.

Tidak hanya manasik, kata Kakn Kemenag Barru ini, dalam kegiatan sehari-hari di Makkah pihaknya memanage waktu jamaah haji untuk beribadah.

Diakuinya, memperbanyak ibadah sunnah dan di Masjidil Haram memang banyak keistimewaannya, diantaranya shalat sekali di Masjidil Haram lebih afdhol dari shalat seratus ribu kali di tempat lain. 

Bahkan jemaah sudah niatkan melakukannya berkali-kali bahkan niat jemaah untuk setiap saat shalat di Masjidil Haram. 

“Hanya saja cuaca yang begitu panas dan situasi padatnya jamaah bisa  membahayakan jiwa dan kesehatan jemaah dari sisi maqashid syariah bisa menjadi dasar mereka beribadah di hotel. Maka petugas menyarankan memenej kapan moment untuk ke masjid, kapan untuk istirahat,” paparnya.

Merujuk ke hadist nabi yg artinya ” Niatnya orang mu’min itu lebih afdal,lebih baik dari amal-nya. Sehingga jemaah bisa tenang melakukan shalat atau ibadah lain di hotel  selama masih di area tanah haram Makkah. 

Persiapan Armuzna, Pembimbing Kolaborasi Lakukan Manasik di Kloter 3 dan 19 UPG 

Sementara Ust. Arif Arfah dalam lanjutan ceramah mengatakan haji adalah rukun Islam, di mana perintah Allah untuk berhaji semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah,  Berhaji dan berumrah keduanya ibadah lillahi ta’ala.

“Olehnya itu mari kita bersama sama berkomitmen menjaga kesehatan fisik dan mental untuk persiapan rukun dan wajib haji di Arafah,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan, Haji adalah pertama,  ibadah jasadiyah,  harus sehat, harus istitha’ah, mampu melakukan setiap pergerakan.

Kedua, haji adalah ibadah maliyah, harus punya bekal,modal, bukan hy modal membayar dan pelunasan saat mendaftar dan menunggu, tetapi modal saat berada di Madinah, Mekkah bahkan punya harta, modal hidup saat kembali ke tanah air.

Ketiga, haji badah qalbiyah, hati kita harus betul berhaji, berumrah karena  lillahi Ta’ala. 

“Manasik diakhiri dan ditutup dengan doa semoga semua jemaah haji menjadi haji mabrur,” ucap Jamaruddin. (*)