Puncak HAN ke-42 di Enrekang, Bupati Ajak Anak Kenali Daerah dan Jadi Generasi Berkarakter

Puncak HAN ke-42 di Enrekang, Bupati Ajak Anak Kenali Daerah dan Jadi Generasi Berkarakter

ENREKANG, UPEKS.co.id — Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Enrekang berlangsung meriah di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Minggu (9/8/2027).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 anak dari Forum Anak Massenrempulu (FAM) se-Kabupaten Enrekang itu dirangkaikan dengan berbagai lomba seni dan budaya tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang, Dr. Ir. Sulviah, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha dan pemangku kepentingan,” ujar Sulviah.

Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak dan memberikan perlindungan kepada anak-anak di Kabupaten Enrekang.

“Melalui momentum Hari Anak ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang melalui petunjuk Bapak Bupati, kami kembali meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak yang ada di Kabupaten Enrekang,” jelasnya.

Sulviah juga meminta agar 18 Suara Anak yang lahir dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak 2026 mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Enrekang dan OPD terkait.

Menurutnya, aspirasi tersebut merupakan bentuk partisipasi anak dalam pembangunan yang perlu didengar dan ditindaklanjuti.

Sementara itu, Bunda Forum Anak Massenrempulu yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang, Hj. Ratnawati Yusuf Ritangnga, mengaku senang dan bahagia bisa hadir bersama anak-anak Enrekang dalam momentum tersebut.

“Tentu hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Kita berkumpul bukan sekadar untuk memperingati puncak Hari Anak Nasional, melainkan untuk kembali mengingatkan diri kita bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, belajar, bermain, merasa aman dan juga didengar untuk mereka meraih cita-citanya,” kata Ratnawati.

Ia menegaskan, anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

“Anak-anakku bukan saja bagian dari penerima pembangunan, tapi juga sebagai bagian penting dari pembangunan. Sebagai Bunda Forum Anak saya ingin menyampaikan kepada seluruh anak-anak Enrekang, jangan pernah merasa kecil hati karena usia anak-anakku masih muda, tetapi suara kalian itu penting, gagasan kalian itu berharga, mimpi kalian adalah bagian dari masa depan Enrekang,” ujarnya.

Ratnawati yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang meminta DP3A melibatkan TP PKK dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Kami dari TP PKK juga tentu perlu dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Karena kami di PKK juga akan turun memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini dan para orang tua dan itu ada pada Pokja 1 dan 2,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan TP PKK dapat memperkuat edukasi kepada anak dan orang tua sekaligus mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga memberikan apresiasi kepada anak-anak Enrekang, khususnya Forum Anak Massenrempulu yang dinilai telah menjadi pelaku utama dalam kegiatan tersebut.

Bupati mengatakan anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, menyampaikan gagasan dan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.

“Anak-anak Enrekang boleh mengukir prestasi, belajar setinggi apa pun, mengembangkan seluruh potensinya, tapi jangan lupa dari mana kita berasal,” ujar Yusuf Ritangnga.

Ia mengajak generasi muda Enrekang untuk mengenal daerah, mencintai tanah kelahiran dan bangga menjadi bagian dari Enrekang.

“Kenali daerah, cintai daerahmu, banggakan Enrekang dan jadilah generasi yang berkarakter,” tegasnya.

Yusuf juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keistimewaan masing-masing.

“Tidak semua anak harus menjadi juara di bidang yang sama, ada yang berbakat dalam akademik, olahraga, seni, budaya, teknologi, keagamaan, kepemimpinan maupun bidang-bidang lainnya,” katanya.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, guru, orang tua, dunia usaha, masyarakat dan pemangku kepentingan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk mengembangkan diri.

“Tugas kita sebagai orang dewasa adalah menumbuhkan, mendukung dan mengembangkan potensi tersebut. Olehnya itu saya mengajak kepada pemerintah, guru, orang tua, dunia usaha, masyarakat serta pemangku kepentingan untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak untuk belajar, berkarya dan berprestasi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah menjadikan anak-anak Enrekang lebih sejahtera serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

“Artinya kalau kita sejahtera, untuk mewujudkan dan membangun lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak akan mudah tercapai. Kita hanya ingin memastikan anak-anak Enrekang mendapatkan pendidikan, kesehatan, perlindungan, pengasuhan yang baik, kesempatan bermain serta berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam pembangunan,” jelasnya.

Menurut Bupati, pemenuhan hak dan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.

Puncak peringatan HAN ke-42 tingkat Kabupaten Enrekang tersebut kemudian ditutup secara resmi oleh Bupati Enrekang.

Kegiatan turut dihadiri Bunda Forum Anak Massenrempulu yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang Hj. Ratnawati Yusuf Ritangnga, Kepala DP3A Kabupaten Enrekang Dr. Ir. Sulviah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang, Gugah Nurani Indonesia (GNI), Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3A, Komunikasi Pemerhati Perempuan dan Anak Massenrempulu, para guru, pendamping, orang tua serta peserta kegiatan.

Peringatan HAN ke-42 ini diharapkan menjadi momentum untuk memastikan suara anak didengar, hak-hak anak terpenuhi dan generasi muda Enrekang mendapat ruang untuk belajar, berkarya, berprestasi serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah. (Sry)