Ratusan Masyarakat Dusun Parandean Mangpake’de Bola 

Ratusan Masyarakat Dusun Parandean Mangpake'de Bola 
ENREKANG, UPEKS.co.id — Ratusan masyarakat Dusun Parandean, Desa Batu Ke’de Kecamatan Masalle dan Desa Baroko, Kecamatan Barokoturun bersama melakukan kerja bakti Mangpake’de atau mendirikan rumah salah satu Warga Desa Batu Ke’de.
Umar, Kepala Dusun Parandean menjelaskan, budaya saling bantu membantu ini disebut gotong royong yang sudah puluhan tahun membudaya dikalangan masyarakat Desa Batu Ke’de dan Desa Baroko.
” Ratusan warga yang datang membantu itu tidak dipanggil. Mereka datang dengan sukarela karena kita merasa sudah menjadi bagian keluarga sipembuat hajatan dan ini sudah turun-temurun sejak saya masih kecil”. Ujar Kadus Parandean.
Dia mengatakan budaya gotong royong yang sudah mengakar itu tak bisa di bilangkan karena sudah menjadi tradisi bagi warga Desa Batu Ke’de dan Desa Baroko.
Apalagi kedua desa ini berdekatan meski lain Kecamatan. Budaya yang masih melekat sangat kental pada masyarakat Massenrempulu ini salah satunya bertujuan membangun dan mempererat tali silaturahmi.
” Kita tidak bisa bayangkan apa yang terjadi jika budaya gotong royong ini hilang dari masyarakat. Tidak ada lagi kesempatan kita saling membantu dan saling bersilaturahmi. Karena kalau ada salah satu warga yang bikin hajatan kita semua datang membantu, tua muda, anak-anak dan orang dewasa semua datang”. Kata Kadus Parandean.
Umar mengatakan, salah satu kebiasaan yang sampai sekarang juga masih bertahan adalah, mereka masih menggunakan piring kaleng untuk makan. Mereka menamakan nasi seribu karena begitu banyaknya piring yang bersusun berisi nasi dan lauk yang akan disajikan kepada ratusan warga yang datang membantu.
” Disini itu, adat budaya mereka masih kental. Kalau ada hajatan apapun kita tidak boleh makan sendiri-sendiri. Semua ada yang dipercayakan untuk memegang. Jadi kalau kita butuh lauk, nasi atau kue-kue kita harus minta dulu sama yang memegang”. Tutur Irna si pemilik hajatan “Mangpake’de bola”.
Disini juga masih kental tradisi sebelum rumah berdiri ada tradisi pemilik rumah duduk di tengah-tengah rumah yang akan berdiri bersama istri dan anak-anaknya. Dalam kegiatan ini, dituntun oleh pemuka adat dengan kepala tukang memanjatkan doa-doa sesuai Agama Islam agar selama menempati rumah tersebut selalu dalam Lindungan Allah SWT, sehat-sehat sekeluarga dan diberikan rezeki berlimpah. (Sry)