Industri Perbankan di Sulsel Tumbuh Positif di Tengah Kondisi Pandemi

  • Whatsapp
Industri Perbankan di Sulsel Tumbuh Positif di Tengah Kondisi Pandemi

MAKASSAR,UPEKS.co.id Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua mencatat, industri perbankan di Provinsi Sulawesi Selatan masih tumbuh positif di awal tahun 2022. Hingga posisi Februari, pertumbuhan kinerja perbankan ditopang fungsi intermediasi yang tinggi, dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

“Sampai posisi Februari 2022, share aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit perbankan di Sulawesi Selatan terhadap nasional masing-masing 1,59%, 1,49% dan 2,21%,” ungkap Moh Nurdin Subandi, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, dalam jurnalis update, Rabu (30/3/2022).

Bacaan Lainnya

Adapun total aset bank umum di Sulsel posisi Februari 2022 tumbuh 5,97% yoy dengan nominal mencapai Rp160,44 triliun. Lalu penghimpunan DPK tumbuh 5,68% dengan nominal Rp109,94 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 4,23% yoy dengan nominal Rp127,27 triliun. 

“Aset bank umum di Sulawesi Selatan posisi Februari 2022 di tengah kondisi pandemi mampu tumbuh 5,97% secara yoy, disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang cukup tinggi 115,76%, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga sebesar 3,57%,” katanya.

Berdasarkan kegiatan usaha, sambung dia, secara keseluruhan aktivitas bank umum di Sulsel masih didominasi oleh bank konvensional dengan share aset, DPK dan kredit masing-masing sebesar 93,16%, 92,83%, dan 92,83%.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif tumbuh 4,51% secara yoy dan Kredit Konsumtif terkoreksi melambat -0,31% secara yoy.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp34,74 triliun (27,30%), sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp8,78 triliun (6,90%), dan sektor industri pengolahan sebesar Rp5,26 triliun (4,13%).

Adapun penghimpunan DPK tumbuh 3,72% dengan nominal Rp109,94 triliun, terdiri dari giro Rp17,29 triliun, tabungan Rp66,20 triliun, dan deposito Rp26,45 triliun.  (eky)