Jaksa Tuntut Direktur PDAM Takalar Lima Tahun Denda 200 Juta Kasus AMDK

  • Whatsapp
Jaksa Tuntut Direktur PDAM Takalar Lima Tahun Denda 200 Juta Kasus AMDK

TAKALAR, UPEKS.co.id – Kasus AMDK merugikan negara kasus sudah masuk tahapan penuntutan  atau belum vonis,kasus ini sempat menyita  perhatian publik.karena menyeret Manatan Pejabat Lingkup Pemda Takalar.

Sebab didalam kasus ini menyeret mantan sekda Takalar dan sejumlah Abdan pengawas PDAM Takalar,

Bacaan Lainnya

Selain badan pengawas Mantan Direktur PDAM Takalar JN akan mengalami hal yang sama.termasuk Direktur PT Lataahzan.

Kasus AMDK ini di Internal PDAM Takalar sudah memasuki tahap proses pembacaan  penuntutan, oleh tim kejaksaan Negeri Takalar.
kerugian negara Rp. 953.192.500 juta.

Kejaksaan Negeri Takalar,melalui kasipidsus menuntut kelima tersangka dengan tuntutan berbeda saat sidang digelar di kejaksaan Tindak pidana Tipikor makssar.

“Sidang tuntutan kelima tersangka berlangsung Kamis (06/01/2022),masing masing  Direktur utama PT. Laa Tahzan Indonesia, Mohamad Taufiq Dahlan dituntut pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan, denda Rp. 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Uang pengganti 635.292.500 juta subsider 1 tahun penjara.

Sementara  mantan Direktur PDAM Takalar, Jamaluddin, SE dituntut pidana penjara selama 5 tahun denda 200 juta, uang pengganti Rp. 317.900.000 juta subsider 6 bulan penjara.

Untuk ketiga  Badan Pengawas PDAM Takalar dituntut penjara selama 1 tahun dan 6 bulan denda 50 juta subsider 3 bulan kurungan, yakni Ketua Badan pengawas PDAM Kabupaten Takalar DR.Ir.H.Nirwan Nasrullah, M.Si.

Sekretaris badan pengawas PDAM, Achmad Mushawir dan anggota Badan Pengawas PDAM Kabupaten Takalar, Laualang, SH

“Pembacaan vonis mereka  tanggal 20 Januari tahun 2022, ucap Kasi Suwarni Wahab. (Jahar)