TAKALAR.UPEKS.co.id—UKM MAPHAN Universitas Negeri Makassar (UNM) kerjasama Pemkab Takalar gelar seminar bertajuk “Ada Apa dengan Narkoba di Era New Normal?” Rabu, 4 Agustus 2021 di Gedung PKK Kabupaten Takalar secara luring dengan protokol kesehatan ketat.
Kegiatan dihadiri lebih kurang 40 orang. Diantaranya, perwakilan guru-guru, siswa, dan organisasi pemuda Takalar.
Seminar dibuka dr.Asriadi Ali, Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar mewakili Bupati.
“Bupati sangat merespon positif kegiatan yang dinisiasi mahasiswa UNM, utamanya UKM MAPHAN. Pertimbangannya, tentu
akan berkontribusi terhadap pembangunan Takalar melalui sosialisasi dan edukasi terkait bahaya NAPZA bagi generasi muda yang merupakan asset pembangunan di masa datang, kata drAsriadi Ali.
Sementara itu, Muhammad Kahfi Sofyan, Ketua UKM MAPHAN UNM menegaskan, seminar ini merupakan rangkaian bakti sosial MAPHAN PEDULI 2021 yang berlangsung 10 hari di Takalar.
Selain seminar, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi bahaya NAPZA di sekolah-sekolah, baik SMP maupun SMA, secara luring dan daring. Mengingat kondisi zona merah yang dialami Takalar saat ini.
”Kami juga melaksanakan lomba poster dan lomba cipta baca puisi bagi pelajar. Tentu saja kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Takalar yang berkenan menerima dan memfasilitasi kegiatan kami,” ujar Muhammad Kahfi.
Dikatakannya, Seminar menghadirkan 3 pembicara, dr. Hj. Rosita dari Dinas Kesehatan Takalar, Jamaluddin, M.Kes dari BNN Provinsi Sulsel dan Dr. Idham Irwansyah mewakili akademisi, dari Sosiologi UNM.
Hj. Rosita memaparkan dampak penggunaan NAPZA dari aspek kesehatan dan psikis serta gambaran penyalahgunaan NAPZA di Takalar.
Sementara itu,Jamaluddin membahas peningkatan angka peredaran dan penyalahgunaan NAPZA di Sulselserta modus peredaran yang semakin variatif dan canggih.
Pemateri lainnya, Idham Irwansyah paparkan sudut pandang akademisi mengenai peningkatan angka peredaran dan penyalahgunaan NAPZA di era New Normal.
“Pilihan untuk mengedarkan NAPZA tentu dengan pertimbangan rasional meraka, kehilangan pekerjaan akibat pembatasan sosial dan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan,” kata Irwansyah.
Menurut Irwansyah, perkembangan teknologi informasi juga ikut mendukung, karena barang-barang terlarang ikut menjadi lebih mudah diperoleh. Kondisi saat ini menuntut warga lebih banyak di rumah kontradiktif dengan fakta meningkatnya penyalahgunaan NAPZA di rumah.
”Artinya, untuk memiminimalisir penyalahgunaan perlu penguatan Ketahanan keluarga melalui penguatan fungsi-fungsi keluarga”, tandas Irwansyah. (rls).

