Kembangkan Pembelajaran Bahasa Jepang, Kemenag Sulsel Perluas Jejaring Global Madrasah

Kembangkan Pembelajaran Bahasa Jepang, Kemenag Sulsel Perluas Jejaring Global Madrasah

MAKASSAR, UPEKS– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong Madrasah Aliyah mengembangkan pembelajaran Bahasa Jepang sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap peluang pendidikan dan kolaborasi internasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Pembelajaran Bahasa Jepang di Sulawesi Selatan yang diselenggarakan The Japan Foundation Jakarta di Hotel Mercure Nexa Pettarani Makassar, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah, bersama perwakilan SMA dan SMK dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Pembelajaran Bahasa Jepang telah diterapkan di sejumlah Madrasah Aliyah di Sulawesi Selatan sebagai salah satu pilihan penguatan kompetensi peserta didik. Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mendorong madrasah untuk memanfaatkan berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Salah satu peluang tersebut adalah Nihongo Partners Program, program yang diinisiasi The Japan Foundation dengan menghadirkan penutur asli Bahasa Jepang ke sekolah dan madrasah untuk mendampingi guru Bahasa Jepang sekaligus memperkenalkan budaya Jepang kepada peserta didik. Program pendampingan ini berlangsung selama enam bulan dan saat ini kembali membuka pendaftaran bagi sekolah dan madrasah yang telah memiliki mata pelajaran serta guru Bahasa Jepang.

Direktur The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pembelajar Bahasa Jepang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Berdasarkan survei tahun 2024, terdapat sekitar 700 ribu pembelajar Bahasa Jepang di Indonesia.

Sejak dimulai pada 2014, Nihongo Partners telah mengirimkan 23 gelombang penutur asli Bahasa Jepang ke Indonesia. Pada periode 2025–2026, sebanyak 141 penutur dikirim ke berbagai daerah. Khusus di Sulawesi Selatan, delapan penutur telah mendampingi pembelajaran Bahasa Jepang di 15 sekolah selama 2025.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin terbuka.

“Madrasah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan berkarakter. Kita juga harus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengenal dunia, membangun jejaring, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran Bahasa Jepang menjadi salah satu ikhtiar untuk memperluas kesempatan tersebut, baik dalam bidang pendidikan maupun kolaborasi internasional,” ujarnya.

Menurut Ali Yafid, penguatan pembelajaran bahasa asing merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah yang terus dilakukan Kementerian Agama. Madrasah diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman sebagai identitasnya.

Ia menilai kehadiran program seperti Nihongo Partners menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan madrasah untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui interaksi langsung dengan penutur asli Bahasa Jepang, sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap budaya dan pendidikan internasional.

Ke depan, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan akan terus mendorong Madrasah Aliyah yang telah menyelenggarakan pembelajaran Bahasa Jepang untuk memanfaatkan berbagai program kolaborasi internasional sesuai kesiapan masing-masing. Melalui langkah tersebut, madrasah diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing global tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah. (*)