Dinilai Arogan Sehingga Sejumlah Tenaga Bidan dan Perawat Mengundurkan Diri, Begini Penjelasan Kepala PKM Kukutio

Dinilai Arogan Sehingga Sejumlah Tenaga Bidan dan Perawat Mengundurkan Diri, Begini Penjelasan Kepala PKM Kukutio
Kepala Puskesmas Kukutio, Hj. Besse Asmawati

KOLAKA, UPEKS.co.id– Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kukutio Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj. Besse Asmawati dinilai arogan oleh sejumlah tenaga bidan dan perawat gigi sehingga memilih untuk mengundurkan diri.

Menurut penuturan bidan yang meminta namanya tidak diekspose, bahwa mereka lebih baik mengundurkan diri menjalankan tugas dari PKM Kukutio karena sudah tidak tahan dengan tindakan arogansi Kepala PKM Kukutio Hj Besse dipertontonkan hampir setiap hari di tempat kerjanya.

Bacaan Lainnya

“Salah sedikit saja kami berbuat salah sudah dimaki maki, setiap hari kerjanya hanya marah terus. Sedikit-sedikit kami selalu diancam akan mencabut kami punya SK. Itulah yang membuat kami tidak nyaman lagi dalam melaksanakan tugas bersama dengan ibu Besse,” ungkap mereka (bidan) kepada media ini, Selasa (29/6/2021).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Masirri yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa selaku pimpinan di Dinkes akan mengetahui kebenarannya lebih dulu, dan bilamana hal itu benar maka tentunya akan dilakukan evaluasi.

“Kami akan mengecek dulu, kalau memang itu benar maka tentunya akan dilakukan pembinaan lebih dulu sebelum dilakukan evaluasi. Tentunya akan disampaikan kepada pimpinan lebih dulu,” kata Harun.

Sementara Kepala PKM Kukutio, Hj Besse Asmawati, menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh sejumlah bidan maupun perawat gigi itu tidaklah benar.

“Informasi itu sama sekali tidak benar pak wartawan,” kata Besse kepada media ini melalui pesan singkat WhatsAppnya kepada Upeks, (29/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa setahunya bahwa bidan yang keluar satu orang itu mengundurkan diri dengan alasan pindah ke Makassar mengikuti suaminya. Sementara yang satunya lagi mengundurkan diri dengan alasan akan mengurus anaknya masih kecil. Kalau perawat gigi yang keluar itu karena mereka tenaga sukarela.

“Jadi secara sukarela juga dia keluar, bukan mereka keluar karena pernah saya maki-maki,” pungkas Besse. (pil)

 

Pos terkait