Musdalim Zakkir Menilai Pemberantasan Narkoba di Kolaka Kehilangan Strategi 

  • Whatsapp
Musdalim Zakkir Menilai Pemberantasan Narkoba di Kolaka Kehilangan Strategi 
Anggota DPRD Kolaka dari Fraksi PAN, Musdalim Zakkir

KOLAKA, UPEKS.co.id — Politisi muda partai Gerindra juga Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), Musdalim Zakkir menyoroti terkait pemberantasan obat terlarang yang dapat merusak generasi muda.

Ia menilai bahwa pemberantasan peredaran narkoba di Kolaka seakan kehilangan cara dan strategi dalam Pasalnya, sejak dulu sudah ada terbentuk Satgas di setiap kecamatan untuk menangani masalah peredaran dan pemberantasan narkoba. Tetapi faktanya sampai saat kata Musdalim peredaran narkoba di Kolaka semakin tidak terbendung.

Bacaan Lainnya

“Faktanya penghuni rumah tahanan (Rutan) Kolaka dari sekian jumlah penghuni Rutan ada 70 persen adalah kasus narkoba. Dan itu hampir semuanya adalah anak-anak muda Kolaka,” kata Musdalim disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Kolaka pada Kamis (14/10/2021).

Lanjut Musdalim bahwa yang menjadi pertanyaan adalah Satgas yang dibentuk di setiap kecamatan bertugas untuk memberantas peredaran narkoba, tetapi satgas itu tidak pernah ada evaluasi. Menurutnya bahwa hasil dari pada evaluasi adalah hasil. Tetapi faktanya sampai saat ini telah terjadi tren narkoba di Kolaka sangat besar. Dimana ada nelayan ditemukan terbukti membawah narkoba hampir mencapai 1 kg narkoba.

“Miris rasanya melihat kondisi ini,” kata Musdalim dengan nada prihatin.

Selain itu di Kecamatan Pomalaa di salah satu hotel ditemukan sejumlah anak-anak pemuda melakukan pesta sabu, serta seorang ibu rumah tangga menjadi pengedar narkoba puluhan gram.

“Jadi kalau kita mau perangi narkoba di daerah ini, maka harus kembali kepada niat kita masing-masing. Kita serius tidak,” ujar Musdalim.

Musdalim juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Kolaka dalam suasana hari Sumpah Pemuda menantang kepada Pemda Kolaka bersama DPRD Kolaka, TNI, Polri, Kejaksaan, ormas kepemudaan KNPI dan Karang Taruna untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Jadi kalau semua sepakat berkolaborasi, maka yang perlu dipikirkan adalah anggaran, tetapi kalau hanya konsep saja tanpa ada anggaran maka tidak akan efektif. Dan perlu diingat bahwa pemberantasan narkoba ini bukan hanya tugas BNN dan Kepolisian saja tetapi ini adalah tugas kita semua,” ujar Musdalim juga salah seorang Praktisi Hukum. (pil)

 

 

Pos terkait