Ratusan Pelanggan Menunggak Pembayaran Rekening Air, PDAM Takalar Rugi Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
Ratusan Pelanggan Menunggak Pembayaran Rekening Air, PDAM Takalar Rugi Miliaran Rupiah

TAKALAR, UPEKS.co.id– Peusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar merugi miliaran rupiah Kabupaten Takalar disebabkan karena masyarakat banyak menunggak pembayaran rekening air.

Membengkaknya tunggakan tersebut, dikarenakan ada warga yang tidak membayar dari 2017 hingga 2021, membuat PDAM merugi sampai miliaran rupiah.

Bacaan Lainnya

Upaya dilakukan oleh pihak PDAM bagi masyarakat yang menunggak tagihan rekening air bisa terbayarkan, PDAM Takalar menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar melakukan kerja sama ditandai dengan adanya momeramdum of understanding (MoU).

Pelaksana Tugas PDAM Kabupaten Takalar, Budiar Rosal mengatakan kita sudah melakukan MoU dengan Kejaksaan Negeri Takalar.

“Alhamdulillah belum cukup sebulan usai MoU pihak PDAM Kabupaten Takalar mampu membukukan tagihan Rp500 Juta dari tunggakan Rp2 Miliar lebih.” ujarnya Kamis,(3/6/2021).

Menurut Budiar Rosal, lewat rapat koordinasi (Rakor), sengaja menghadirkan pihak Kejari Takalar untuk memberikan masukan demi kemajuan PDAM Takalar lebih baik, sehingga tidak mau terulang kasus pelanggan menungak tagihan rekening air PDAM.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Salahuddin mengatakan, sebagai aparat penegak hukum memang semestiny jadi panutan dan contoh kepada masyarakat. Terkait kedisiplinan dalam pembayaran tunggakan rekening air PDAM.

“Kami siap selalu membantu PDAM melakukan penagihan di lapangan, aturan harus ditegakkan dan harus pula berbanding lurus dengan pelayanan yang maksimal,” tegas Salahuddin SH

Dalam kesempatan tersebut, Kajari Takalar menghimbau jajaran Direksi PDAM untuk senantiasa berinovasi dalam mengembangkan PDAM Takalar yang semakin baik.

”Kalau memang melanggar aturan, kita harus melakukan penindakan, tetapi jangan lupa sebelum penindakan atau pemutusan sambungan pipa air, pihak PDAM harus juga terlebih dahulu memberikan pelayanan maksimal. Sehingga pelanggan tidak kecewa,” Jelas mantan Kasipenkum Kejati Sulsel. (Jahar)