Dua Terduga Pengedar Shabu di Sulbar Ditangkap BNNP dan BNNK

  • Whatsapp
Dua Terduga Pengedar Shabu di Sulbar Ditangkap BNNP dan BNNK

MAJENE, UPEKS.co.id—Petugas dari BNNP Sulbar bekerjasama BNNK Polman berhasil menangkap dua terduga pelaku pengedar sabu di Kabupaten Polman. Kedua tersangka inisial SN dan SBD.

Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat akan terjadinya T P narkotika di wilayah Polman, selanjutnya Kepa BNNK Polman memerintahkan Tim Pemberantasan BNNK Polewali Mandar untuk menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan serta pendalaman terkait informasi tersebu dengan cara dilakukan
pengumpulan data informasi lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka merupakan residivis yang baru saja bebas dengan kasus yang sama. Keduanya ditangkap Tim pemberantansan BNNK Polman bersama dengan personel Satlantas Polres Polman di area jalan poros Polman-Pinrang tepatnya di halaman Kantor UPPKB Jembatan Timbang Paku, Kecamatan Binuang, pada Kamis.
(15/4/2021) lalu.

Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol. Sumirat Dwiyanto menjelaskan, dari hasil penangkapan kedua pelaku, ditemukan barang bukti sebanyak 7 Plastik bening diduga berisi narkotika Shabu, 2 Buah HP, 1 Termos Air berwarna biru,

“Kedua terduga pelaku sudah diamankan di rutan BNNK Polman, berikut 1 (satu) Uni Mobil Avansa Putih, pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Mereka adalah residivis,” ungkapnya.

Menurut Brigjen Sumirat, sebelumnya, kedua pelaku juga pernah ditangkap dengan membawa sabu seberat 3 gram dan menjalani hukuman di rutan Polman selama 4 tahun 1 bulan.

“Keduanya dinyatakan bebas setelah menjalani masa hukuman badan. Namun keduanya kembali berulah dengan membawa sabu untuk diedarkan di Kabupaten Polman dan sekitarnya,” kata Sumirat.

Sumirat juga mengatakan, barang haram tersebut dibawa pelaku menggunakan mobil Avansa berwarna putih dengan nomor polisi DC 1493 CY. Saat diperiksa petugas dibantu petugas Satlantas Polres Polman menemukan dua ball di jok tempat duduk penumpang bagian depan dan lima ball didalam termos air berwarna biru.

“Kedua pelaku terancam pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 undan-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Nlnarkotika, dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara,”pungkasnya.(Alim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *