Buka Sekolah Lapang, Bupati Pangkep Harap Penghasilan Petambak Meningkat  

  • Whatsapp
Buka Sekolah Lapang, Bupati Pangkep Harap Penghasilan Petambak Meningkat  

PANGKEP, UPEKS.co.id– Produksi hasil tambak yang terus melorot di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan memaksa pemerintah setempat untuk mengambil langkah edukasi. Sabtu (2/4) hari ini, Bupati Pangkep HM Yusran Lalogau secara resmi membuka Sekolah Lapang di Kanaungan, Labakkang, Pangkep.

Sekolah yang dirintis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI Makassar bekerja sama Bappelitbanda Sulsan dan Dinas Perikanan Pemkab Pangkep ini diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru dan daya saing komoditas unggulan di daerah tersebut, khususnya para petani tambak di Pangkep. “Dengan Sekolah Lapang ini, kami berharap Pangkep yang dulu dikenal sebagai penghasil bandeng dan udang windu bisa kembali Berjaya dan dikenal di mana-mana,” ujar Bupati Yusran saat membuka Sekolah Lapang ini.

Bacaan Lainnya

Pembukaan sekolah ini tidak hanya dihadiri akademisi dari Ilmu Kelautan UMI, tapi juga sejumlah pejabat setempat dan stakeholder – petani tambak yang juga menjadi “siswa” dalam kelas yang direncanakan dilaksanakan secara berkala di Desa Kanaungan. “Kami harapkan, sekolah ini bisa memberikan efek positif kepada petani tambak, khususnya peningkatan pendapatan,” ujar Dr. Muhammad Yunus, S.Kel., M.Si, penggagas Sekolah Lapang yang juga dosen Ilmu Kelautan UMI Makassar.

Sekolah Lapang ini, lanjut Yunus, dimentori para ahli perikanan dan tambak, Mereka memberkan materi terkait pengelolaan tambak yang baik, mulai dari pembenihan hingga produksi hasil tambak. “Kami juga menyiapkan pemateri yang menangani khusus pemasaran hasil produksi, sehingga para petambak tidak bingung lagi untuk melempar hasil produksi ke pasar,” tambah Yunus yang juga salah satu tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TBUPPD) Kab. Pangkep ini.

Dalam kelas diskusi kemarin, hampir semua petambak mengalami masalah yang sama. Mulai dari pembenihan, hama yang menyerang, hingga persoalan modal. “Selama ini kami mengalami masalah dengan hama yang menyerang udang windu. Entah itu karena terjadi pencemaran dari sungai atau kemungkinan kami salah dalam hal manajemen yang Sebagian besar masih system konvensional,” Asrul, seorang petambak yang hadir di sekolah ini.

Dia memberi apresiasi yang luar biasa tehadap kehadiran sekolah ini. “Tapi kami berharap dengan edukasi pembelajaran dari sekolah Lapang ini bisa menghasilkan hasil lebih dari yang ada selama ini. Minimal mengembalikan kejayaan Pangkep sebagai daerah penghasil udang windu,” harapnya.

Yunus meyakini bisa maksimal dengn tim dari Fakultas Perikanan dan Kelautan UMI kepada petambak. “Kami berharap pendampingan ini tetap bisa berlanjut agar mereka bisa menghailkan produksi yang berlipat,” ujarnya. (*)

Pos terkait