MAKASSAR, UPEKS— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Akselerasi Kapasitas Komunikasi Publik dan Digitalisasi Media Edukasi Berbasis Web bagi Petugas Penjangkau HIV/AIDS PKBI Sulawesi Selatan” pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Red Corner.
Kegiatan ini diikuti oleh petugas penjangkau HIV/AIDS PKBI Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan kapasitas komunikasi publik sekaligus memperkuat pemanfaatan media digital dalam kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat.
Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap semakin pentingnya transformasi digital dalam penyebaran informasi kesehatan.
Di tengah masih adanya stigma dan rendahnya literasi masyarakat mengenai HIV/AIDS, petugas penjangkau dituntut mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana edukasi yang informatif, mudah diakses, serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang membahas aspek komunikasi digital dan publik secara komprehensif. Materi pertama disampaikan oleh Asral mengenai teknis penggunaan website sebagai media edukasi.
Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pengelolaan website, mulai dari proses unggah konten, pengaturan informasi, hingga pemanfaatan website sebagai pusat informasi yang kredibel mengenai HIV/AIDS.
Melalui sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola konten berbasis web sehingga dapat diterapkan dalam aktivitas penjangkauan.
Materi kedua dibawakan oleh Muhajir yang mengangkat tema penyusunan konten edukasi mengenai sosialisasi dan penanganan HIV/AIDS.
Peserta dibekali keterampilan menyusun konten digital yang komunikatif, berbasis fakta, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain membahas teknik penulisan pesan edukatif, materi ini juga menekankan pentingnya penggunaan visual yang menarik, bahasa yang inklusif, serta strategi komunikasi yang mampu mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Rahayu yang membahas komunikasi publik dalam isu HIV/AIDS. Dalam paparannya, Rahayu menekankan bahwa komunikasi publik tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai instrumen membangun kepercayaan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mendorong perubahan perilaku.
Komunikasi yang efektif harus disampaikan secara etis, berbasis bukti, serta menghindari narasi yang berpotensi memperkuat stigma dan diskriminasi terhadap kelompok yang terdampak HIV/AIDS.
Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti sesi diskusi dan praktik dengan antusias. Berbagai pengalaman lapangan yang dihadapi petugas penjangkau menjadi bahan diskusi bersama narasumber untuk menemukan strategi komunikasi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi kesehatan di era digital.
Pendekatan kolaboratif ini memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi praktik baik sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim PkM UNM berharap petugas penjangkau HIV/AIDS PKBI Sulawesi Selatan semakin mampu mengembangkan media edukasi berbasis web, memproduksi konten digital yang berkualitas, serta menerapkan strategi komunikasi publik yang efektif dalam mendukung program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mengurangi stigma serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan HIV/AIDS.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Negeri Makassar dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan mitra, penguatan literasi kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen komunikasi publik yang inklusif dan berkelanjutan. (jir)

