Dengan JKN-KIS, Persalinan Caesar Tak Lagi Menjadi Beban

  • Whatsapp
Dengan JKN-KIS, Persalinan Caesar Tak Lagi Menjadi Beban
Narasumber : Desi Mirnasari, Peserta segmen PBPU
Dengan JKN-KIS, Persalinan Caesar Tak Lagi Menjadi Beban
Narasumber : Desi Mirnasari, Peserta segmen PBPU

Parepare, Upeks.co.id – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Desi Mirnasari (24) salah satunya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini usai melahirkan anak kedua di Rumah Sakit Dr. Sumantri Parepare, Sulawesi Selatan. Desi merupakan seorang ibu rumah tangga yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal sebagai peserta mandiri.

“Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2015. Selama terdaftar, saya dan keluarga sangat merasa terbantu walaupun harus membayar secara pribadi tiap bulannya. Setiap hari kami mengumpulkan hasil berjualan pulsa sedikit demi sedikit agar setiap bulannya dapat membayar iuran tepat waktu,” ungkap Desi saat ditemui Jamkesnews, Kamis (16/07).

Bacaan Lainnya

Melahirkan dengan normal merupakan dambaan setiap perempuan walaupun harus mempertaruhkan nyawa, antara hidup dan mati seorang ibu. Akan tetapi hal tersebut tidak dirasakan oleh Desi karena ia harus melahirkan anak keduanya melalui persalinan caesar. Ia merasa bersyukur karena dapat menggunakan kartu JKN-KIS dalam proses persalinan anak pertama dan keduanya melalui persalinan caesar tanpa kendala sedikit pun. Desi juga mengaku bahwa selama menjalani perawatan, pelayanan yang ia didapatkan di rumah sakit sangat memuaskan.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIN ini, selama menjalani perawatan tidak pernah sedikit pun kami mengeluarkan biaya padahal persalinan anak pertama dan anak kedua saya melalui persalinan Caesar.  Jika saya harus bayar sendiri, pastinya kami tidak mampu karena dana yang harus kami siapkan sangat besar sementara kami hanya bergantung dengan berjualan pulsa,” tuturnya.

Di akhir perbincangan, Desi berharap agar Program JKN-KIS dapat terus hadir bagi masyarakat dan menyelamatkan ibu-ibu di seluruh Indonesia dari beban biaya persalinan yang mahal. Baginya, program ini sangat menolong serta dapat mengurangi beban masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan karena membutuhkan biaya cukup besar.

“Semoga ibu-ibu lain di luar sana turut merasakan manfaat dari Program JKN-KIS seperti saya ini,” harapnya. (Jamkesnews)

Pos terkait