Demi Karyawannya, Badan Usaha ini Tetap Bayar Iuran JKN-KIS di Tengah Covid-19

  • Whatsapp
Demi Karyawannya, Badan Usaha ini Tetap Bayar Iuran JKN-KIS di Tengah Covid-19
Narasumber : Hengky
Demi Karyawannya, Badan Usaha ini Tetap Bayar Iuran JKN-KIS di Tengah Covid-19
Narasumber : Hengky
Demi Karyawannya, Badan Usaha ini Tetap Bayar Iuran JKN-KIS di Tengah Covid-19

Bacaan Lainnya

 

Kendari, Upeks.co.id – Kondisi perekonomian yang sulit sebagai dampak dari wabah Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya dan bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk mempertahankan kelangsungan operasional perusahaan. Kondisi ini tentu berdampak juga terhadap pembayaran iuran JKN-KIS karyawan yang terpaksa ditunda dan bahkan dihentikan oleh perusahaan.

Namun di sisi lain, masih ada perusahaan yang mencari cara agar tetap mempekerjakan karyawan dan memenuhi hak-haknya termasuk kewajiban membayar iuran JKN-KIS karyawannya, salah satunya adalah PT Indo Aman Jaya Lestari.

PT Indo Aman Jaya Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengriman di Kota Kendari. Terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Uupah (PPU) sejak Januari 2016, badan usaha ini telah mendaftarkan seluruh pekerja beserta anggota keluarga sebagai peserta JKN-KIS dan disiplin dalam pembayaran iuran JKN-KIS.

“Sampai dengan akhir April, karyawan kami kurang lebih 330 orang dan sudah terdaftar JKN-KIS seluruhnya. Kami juga rutin membayar iuran tepat waktu agar terhindar dari denda pelayanan dan karyawan tidak terhambat jika ingin menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat sehingga uang yang mereka kumpulkan dapat digunakan untuk kepentingan lain ataupun sebagai tabungan,” ungkap Direktur Utama PT Indo Aman Jaya Lestari, Hengky, yang dihubungi tim Jamkesnews pada Senin (18/05) melalui video conference.

Lebih lanjut Hengky menceritakan kondisi perusahaannya di tengah keadaan pandemi virus corona. Menurutnya, perusahaannya saat ini juga mengalami penurunan pemasukan, sehingga salah satu cara yang bisa dilakukan hanya menekan biaya yang ada karena kondisi pemasukan yang kurang memadai.

“Sedapat mungkin kita masih usahakan untuk dapat memenuhi hak-hak karyawan dan tidak merumahkan karyawan sehingga walaupun kondisi sulit kesejahteraan karyawan masih kita kedepankan,” ungkap Hengky. (Jamkesnews)

Pos terkait