ANEKA

Begini Strategi Bunda PAUD Sulsel Lindungi Bumil dan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19

Begini Strategi Bunda PAUD Sulsel Lindungi Bumil dan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19

MAKASSAR.UPEKS.co.id— Upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 masih terus dilakukan oleh  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan seluruh unsur terkait. Termasuk Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia  Dini) Sulsel, Lies F Nurdin.

Sebagai Bunda PAUD Sulsel, ia tidak pernah diam untuk terus membantu pemerintah dalam melakukan upaya  pencegahan serta pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Salah satu pencegahannya adalah dengan membuat tutorial penanganan psikologi ibu hamil (Bumil) dan  mensosialisasikan pemanfaatan pekarangan dalam pembentukan karakter anak usia dini di masa pandemi Covid-19.

Lies yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel ini mengungkapkan, untuk menghalau kejenuhan anak usia  dini dengan aktivitas di rumah, Bunda PAUD bersama PKK Sulsel melakukan edukasi pemanfaatan pekarangan  kepada ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun.

“Selama ini kan banyak yang mengira anak-anak tidak kena Covid. Ternyata sekarang jumlahnya cukup banyak,  mencapai 142 orang. Sehingga perlu upaya massif untuk melindungi mereka,” ungkapnya.

“Saat ini masyarakat diminta untuk menjalankan Protap Covid-19, jadi kita (Bunda PAUD Sulsel) ingin berbagi  keceriaan dan pengetahuan kepada anak usia dini. Kita berharap, stimulus-stimulus kecil ini dapat menjadi  pondasi kuat dalam membangun kepercayaan diri dan keingintahuan anak,” kata Lies menambahkan.

Lies mengungkapkan, jika nanti Sulsel disetujui memberlakukan kebijakan New Normal, maka kekuatan program Bunda PAUD Sulsel akan bertumpu pada kekompakan bunda dan anak sebagai tim, bahwa belajar dari rumah itu tidak membosankan.

Begini Strategi Bunda PAUD Sulsel Lindungi Bumil dan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19

“Kita buat semenarik mungkin, dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak kita. Termasuk, menyelipkan informasi tentang pentingnya memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, terangnya.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Sulsel, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, menambahkan, sasaran dari kegiatan  pemanfaatan pekarangan tersebut adalah kelompok masyarakat Prasejahtera. Agar semua mampu menanam dan tidak hanya menjadi penonton di tengah euforia pemanfaatan pekarangan di masa pandemi. Kegiatan tersebut,  lanjut dia, dilaksanakan di Posyandu Bougenville 3 Telkomas, pada Jumat 3 Juli 2020.

“Alhamdulillah, seluruh materi Saprodi adalah hasil donasi peserta Ekosistem Super yang lahir melalui pelatihan- pelatihan virtual yang kami buat, dan donasi Ibu Lies Fachrudin selaku Bunda PAUD Sulsel yang memberikan bantuan pangan sebagai pemenuhan gizi pada tim bunda dan anak yang akan terbentuk,” ujarnya.

Dalam meyambut Hari Anak Nasional, lanjut dia, setiap tim Bunda dan Anak yang terbentuk bakal dipantau dan  akan diberi award kepada anak yang paling aktif dan mampu mengapresiasikan secara virtual pengalamannya menanam pada tanggal 23 Juli 2020 mendatang.

“Insya Allah, kegiatan ini akan bergerak dari satu keluarga ke keluarga yang lain. Semoga semua dilancarkan,” katanya didampingi Sekretaris Bunda Paud Sulsel, Nur Anti.

Ditempat yang sama, Regional Manager Usaid Jalin Sulsel, dr Aty Uleng Hamid menuturkan, pihaknya siap  mendukung dan bekerjasama dengan PKK Sulsel.

“Kami akan fokus pada ibu hamil dan bayi baru lahir sampai berumur satu bulan. Karena ada kekhawatiran bagi ibu hamil untuk memeriksakan kandungannya ke pusat pelayanan kesehatan, akibat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ketua Pokja IV PKK Sulsel, dr. Haeriah, Sekretaris Dekranasda Sulsel,  Syamsuniar Malik dan Ketua TP PKK Kecamatan Biringkanaya, Siti Syahriati Syahrum.(rif)

#TRENDING

To Top