Persiapan Uji Coba Aplikasi e-Coklit Pelaksanaan Pilkada

  • Whatsapp
Persiapan Uji Coba Aplikasi e-Coklit Pelaksanaan Pilkada

LUTRA, Upeks.co.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan uji coba pelaksanaan Aplikasi e-Coklit pada pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020, Rabu (13/5/2020) di Aula Demokrasi KPU Lutra, Jalan Simpurusiang Kelurahan Bone Kecamatan Masamba.

Dalam kegiatan ini KPU Luwu Utara (Lutra), memperhatikan himbauan penanggulangan covid-19 seperti physical distancing atau menjaga jarak fisik dan menggunakan masker.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Lutra, Syamsul Bachri pada wartawan media ini melalui via jejaring WhatsApp, Kamis (24/5/2020) pagi.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, anggota KPU divisi Perencanaan, Data dan Informasi Supriadi, divisi Hukum dan Pengawasan Syabil, para Kasubag, Staf dan Ketua serta anggota PPK non aktif Kecamatan Masamba dan Mappedeceng.

H. Syamsul Bachri menjelaskan, bahwa rapat koordinasi (rakor) ini adalah untuk membicarakan mekanisme tugas dalam kegiatan simulasi proses awal yang dilaksanakan dalam pemutakhiran daftar pemilih Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Mei 2020 serentak di 12 Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada di Sulawesi-Selatan (Sulsel).

“Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi maka diciptakanlah suatu aplikasi sebagai alat bantu secara elektronik dalam pelaksanaan coklit, dengan harapan untuk membantu dan mempermudah petugas PPDP pada saat bertugas dilapangan dengan menggunakan perangkat pendukung seperti handphone android atau iphone dan sejenisnya,” jelas Ketua KPU Lutra H. Syamsul Bachri, seraya menambahkan bahwa dalam proses uji coba pemuktahiran data pemilih, tidak lagi dilakukan dengan door to door dengan mendatangi rumah warga, tapi PPDP langsung kerumah ketua RT/Dusun untuk meminta Ketua RT atau Kepala Dusun (Kadus) untuk menunjukkan dokumen kependudukan (KTP-el/) dan Surat Keterangan atau Kartu Keluarga masyarakat pada wilayahnya .

Sementara itu ditempat yang sama anggota KPU divisi Perencanaan, Data dan Informasi Supriadi menjelaskan, bahwa dalam proses simulasi e-Coklit ini jumlah petugas sebanyak 5 orang yang merupakan anggota PPK non aktif dan 1 TPS ada lima orang yang bertugas, dan tugas ke lima orang petugas dalam kegiatan e-Coklit tersebut adalah, 2 (dua) orang yang bertugas sebagai PPDP, 1 (satu) orang bertugas sebagai moderator pada saat pelaksanaan uji coba, 1 (satu) orang pendamping atau petugas monitoring dan 1 (satu) orang bertugas mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

“Jadi sebenarnya kegiatan uji coba ini akan dilakukan di dua Kecamatan di Lutra yakni, Kecamatan Masamba di Kelurahan Bone Tua TPS 2, dan Kecamatan Mappedeceng di Desa Mappedeceng TPS 5, dan hasil dari uji coba Coklit ini akan diapload ke sistem yakni Aplikasi e-Coklit,” jelas Supriadi.

Supriadi yang akrab disapa Uppi’ mengatakan bahwa, Aplikasi e-Coklit ini  adalah alat pendukung, bukan sebagai penentu hasil akhir, sehingga dalam kegiatan ini yang kita butuhkan adalah masalah dalam proses coklit.

PPDP meminta Kepala Dusun atau Ketua RT untuk menunjukkan dokumen kependudukan (KTP-el) atau Surat Keterangan dan Kartu Keluarga masyarakat pada wilayahnya untuk disandingkan dengan A-KWK (aplikasi) dan dicoklit, selanjutnya PPDP memasukkan/menginput salah satu NIK anggota keluarga dari KK yang dicoklit. serta memeriksa nama-nama anggota keluarga yang tertera pada aplikasi dan muncul pada saat salah satu anggota keluarga dimasukkan datanya berdasarkan identitas yang dimasukkan dan memeriksa kebenaran informasi di dalamnya. (yustus)

Pos terkait