MAKASSAR.UPEKS.co.id— UMI kukuhkan dua Guru Besar (GB) di Gedung Al-Jibra UMI Makassar, Sabtu
(4/1/2019). Diantaranya, Prof. Dr. Hj. Andi Niniek F Lantara, SE, MS. (GB Bidang Ekonomi dan Bisnis) dan Prof. Dr. Ir. H. Muh. Kasnir M.Si (GB Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan).
Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding menuturkan, pengukuhan melalui proses dan tahapan yang panjang. Saat ini UMI miliki 52 GB.
GB yang disandang tidak hanya sekedar tambahan gelar, sebagai penghargaan tertinggi, bukan pula pencapaian akhir dari karier seorang dosen atau pendidik
“Jadi GB hakikatnya pendidik, pelopor inovasi melalui pendidikan, riset, dan pengabdian, dengan mengukir berbagai karya dan prestasi serta memperjuangkan kepentingan ummat secara global sebagai wujud
pengabdian kepada Allah SWT,” pesan Basri Modding.
Dikatakannya, saat ini jumlah mahasiswa UMI sebanyak 20.735. UMI membina 13 Fakultas dan Program Pascasarjana (Magister dan Doktor) dengan jumlah 57 program studi.
“Terdiri atas 34 program studi jenjang S-1, dua program studi D-III, enam program profesi dan sebelas program studi Magister (S-2), serta empat Program Doktor,” katanya.
Menurutnya, jumlah ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang cukup besar kepada Universitas Muslim Indonesia. Kepercayaan ini tentunya tidak terlepas dari keberhasilan UMI dalam menata dan meningkatkan kapasitas institusi untuk proses penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berorientasi mutu.
UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus berkembang, baik dalam jenisnya maupun substansinya.
“Salah satu langkah yang kami lakukan diantaranya adalah membangun lulusan berkualitas dan berdaya saing untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, termasuk technical and vocational skills, agar mampu mendapat pekerjaan layak dan memiliki jiwa kewirausahaan,” jelasnya.
Selain itu, guru Besar Ilmu FE ini berpesan. Kompetitif, kreatif, inovatif dan berkarakter moral, di era disrupsi. UMI dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pengelolaan perguruan tinggi. (rls).

