ANEKA

Anak Gizi Buruk Dapat Bantuan Baznas dan Layanan RSUD Maspul

ENREKANG,UPEKS.co.id– Ashabul Kahfi, anak usia 7 bulan dari Desa Bontongan, Kecamatan Baraka,  Kabupaten Enrekang mengalami gizi buruk.

Anak ketiga dari pasangan Taslim dan Hasmawati ini sudah lama mengalami gizi burik dan sudah keluar masuk  rumah sakit.

Ayah Ashabul Kahfi adalah petani serabutan yang hanya mengandalkan buah salak yang sekarang harganya  sedang anjlok. Untuk pengobatan anaknya Taslim meminta bantuan Baznas Enrekang dengan memasukkan  proposal dan Baznas segera merespon.

Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin mengatakan, saat ini Pihak Baznas telah memberikan bantuan  sementara sebesar 1 juta rupiah.

“Kita berikan sesuai kebutuhan saja, karena kami minta rincian kebutuhan biaya tapi tidak dibawa jadi kami berlakukan dana insidentil saja. Jika dibutuhkan, nanti ditambah lagi,” ujar Bahar.

Hosting Unlimited Indonesia

Anak penderita gizi ini telah terkonfirmasi di BAZNAS Enrekang, data dan proposalnya sudah masuk, keluarganya juga sudah datang. BAZNAS as enrekang sudah merespon dengan memberikan biaya sementara 1 juta rupiah.

Sesuai kebutuhan saja karena minta rincian kebutuhan biaya, tidak di bawa, kami berlakukan dana insidentil saja. Jika di butuhkan nanti dibantu lagi, ujar Baharuddin.

Ashabul Kahfi mengalami gizi buruk karena tak mendapat asupan gizi yang cukup. Taslim sebahai ayah mengaku tak dapat memenuhi kebutuhan gizi anaknya karena penghasilannya hanya sedikit.

“Sekarang saya juga khawatir, karena menurut dokter istri saya juga menderitagondok beracun, pencernaannya tidak normal dan susah BAB”. Untuk itu Taslim berharap ada bantuan yang diperolehnya selain dari Baznas  Enrekang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Massenrempulu Enrekang, drg.Hj.Sri Siswaty Zainal mengatakan, pihaknya telah memberi pelayanan kepada Ashabul Kahfi sesuai SOP.

“Apalagi ini gejala gizi buruk tentu kami sangat respon dan layani dengan baik. Gizi buruk penyebabnya multifaktor,  dan biasanya ada penyakit penyerta. Kasus yang ini adalah gizi buruk dan bronchopneumenia. Di keluarga bayi tersebut si bapak merokok, jadi saya sarankan bapaknya berhenti merokok”. Ujar dr Sri.( Sry )

#TRENDING

To Top