MAROS, Upeks.co.id — Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin (17/8/2025).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.30 Wita berlangsung khidmat. Bupati Maros, AS Chaidir Syam, bertindak sebagai inspektur upacara.
Turut hadir Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, jajaran Forkopimda serta pejabat lingkup Pemkab Maros. Sementara Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, membacakan naskah Proklamasi.
Sebanyak 72 anggota Paskibraka ditugaskan dalam upacara tersebut. Prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung lancar hingga bendera berkibar di puncak tiang. Para anggota Paskibraka juga membentuk formasi angka 81.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi kepada anak binaan dan warga binaan di Lapas Kelas IIB serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Maros.
Chaidir mengatakan peringatan HUT RI menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sekaligus menghadapi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Tantangan kita yang paling utama adalah bagaimana kita terus memberikan support dan dukungan untuk pencapaian program-program dari Bapak Presiden yang kita cintai, Bapak Prabowo Subianto, untuk program-program Asta Cita,” ujarnya.
Selain mendukung program pemerintah pusat, Pemkab Maros, kata Chaidir, tetap fokus menjalankan berbagai program pembangunan di daerah.
Salah satu tantangan yang saat ini menjadi perhatian yakni kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
“Kalau tantangan musimnya, ya sekarang lagi El Nino, kemarau. Jadi mudah-mudahan kita bisa hadapi secara bersama,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah yakni pengangguran. Chaidir menyebut jumlah pengangguran di Maros masih mencapai sekitar 8.295 orang.
Pemkab Maros terus berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
“Kita sudah mendapatkan support dari beberapa LPK untuk program pengiriman tenaga kerja ataupun juga membuat mereka bisa terampil,” jelasnya.
Pemkab Maros juga menjalin kerja sama dengan Balai Tenaga Kerja di Makassar dan Kabupaten Pangkep. Melalui program tersebut, hampir 5.000 pemuda Maros telah mendapatkan pelatihan dan dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.
“Kita sudah mencetak hampir sekitar 5.000-an pemuda-pemudi Maros yang siap kerja,” katanya.
Menurut Chaidir, peningkatan keterampilan menjadi penting seiring masuknya sejumlah investasi ke Kabupaten Maros. Investor membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan keahlian sesuai kebutuhan industri.
“Beberapa investasi masuk di beberapa program di Kabupaten Maros dan beberapa tempat, dia menginginkan tenaga kerja yang punya keterampilan, punya keahlian,” ujarnya.
Selain menyiapkan tenaga kerja, Pemkab Maros juga mendorong generasi muda menciptakan lapangan usaha secara mandiri. Salah satunya melalui pelatihan di bidang usaha kafe serta berbagai keterampilan lainnya.
Sementara untuk penanganan kemiskinan, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak melalui pendekatan multistakeholder.
Sejumlah program bantuan dan pemberdayaan masyarakat terus dijalankan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Chaidir mengatakan masyarakat yang sudah mampu meningkatkan kondisi ekonominya akan diarahkan untuk keluar atau graduasi dari program bantuan tersebut.
Namun, proses graduasi tidak dilakukan begitu saja. Pemerintah terlebih dahulu memberikan pelatihan serta dukungan agar penerima manfaat mampu mandiri secara ekonomi.
“Semua secara multistakeholder, seluruh terlibat. Baik program-program PKH, kemudian terjadi graduasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa menyampaikan refleksinya pada momentum HUT ke-81 RI. Menurutnya, perjalanan bangsa hingga saat ini semakin memperjelas arah pembangunan Indonesia.
“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” ujarnya.(Alfi)

