Melalui FDM, Bupati Targetkan Danau Matano Jadi Objek Tujuan Wisatawan

Melalui FDM, Bupati Targetkan Danau Matano Jadi Objek Tujuan Wisatawan

Melalui FDM, Bupati Targetkan Danau Matano Jadi Objek Tujuan Wisatawan

LUTIM.UPEKS.co.id—Tabuhan Gendang oleh Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler bersama Wakil  Bupati, Irwan Bachri Syam menandai dibukanya Festival Danau Matano (FDM) Tahun 2019. Kegiatan yang  mengeksplorasi keindahan dan keunikan danau matano itu dipadu dengan kegiatan seni dan budaya.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan FDM tahun ini juga dirangkaikan dengan pembukaan kegiatan Diseminasi Sistem Penjamin Mutu  Internal (SPMI) sekolah model tingkat provinsi tahun 2019 di Pantai Ide Sorowako, Kec. Nuha, Jumat (29/11/2019).

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK, dr. Ani Nurbani, Ketua Pengadilan Negeri Malili, Khairul, Kepala LPMP Sulsel,  Abdul Halim Muharram, Perwira Penghubung, Mayor Kav Suparman, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda  dan Olahraga, Hamris Darwis dan beberapa kepala OPD Lainnya, Camat Nuha, Masdin, para Kepala Desa se-Kecamatan Nuha. Para Kepala Sekolah Se Sulsel Peserta Diseminasi, Tokoh masyarakat dan Tokoh agama.

Kadis Parbudmudora, Hamris Darwis mengatakan, kegiatan FDM 2019 merupakan event skala Nasional yang  akan terus diupayakan tetap hadir setiap tahun agar bisa menjadi potensi wisata unggulan di Luwu Timur. Dengan  sasaran dan target pembangunan pariwisata yakni meningkatkan citra, daya saing dan kontribusi pariwisata dalam
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di sekitar obyek wisata.

“Dengan adanya event ini, semua tempat penginapan yang tersebar di Kecamatan Nuha telah dipenuhi para  pengunjung yang ingin mengikuti event FDM 2019,” katanya.

Bupati Luwu Timur,Thoriq Husler menyatakan bahwa, potensi wisata di Kabupaten Luwu Timur ini sangat layak  untuk dikembangkan. Menurutnya, Pemda Luwu Timur berkomitmen untuk selalu mensupport event-event seperti  ini untuk mengangkat kearifan lokal serta budaya untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata.

“Melalui FDM, kita targetkan danau matano dan danau sekitarnya akan jadi objek tujuan wisatawan,” jelasnya.

Lanjut Husler, Pelaksanaan FDM tahun ini merupakan Festival Bahari yang digelar ketiga kalinya merupakan  kerjasama masyarakat Kecamatan Nuha, Pemerintah serta stakeholder terkait konsep “Community Base Tourism”.

Maknanya, itu kegiatan pariwisata yang berbasis komunitas dan lebih mengedepankan keterlibatan masyarakat  secara langsung terhadap kegiatan promosi pariwisata sebagai bagian pengembangan destinasi unggulan  kepariwisataan di Pesisir Danau Towuti, Danau Mahalona dan Danau Matano yang berada di Kab. Luwu Timur.

Bupati berterima kasih kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulsel memberikan  kepercayaan kepada Lutim sebagai tuan rumah Diseminasi Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) sekolah model  tingkat provinsi tahun 2019.

Ia juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan ini merupakan wujud kerja pembinaan pengawas dan guru  siswa yang ada di sekolah dari tiap kabupaten dan ditampilkan melalui pameran kreasi dengan program sekolah  model yang melibatkan 20 sekolah di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tahun ini Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp. 340 miliar untuk mengoptimalkan  program di sektor pendidikan seperti memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak  mampu, mengangkat tenaga guru honorer, memberikan beasiswa kuliah S2 kepada guru berprestasi dan bantuan
seragam sekolah serta bantuan lainnya,” ungkap Husler.

Ran Husler melantik gkaian kegiatan, pengurus Famajjah Art dari Kecamatan Burau yang merupakan Komunitas  Seni Binaan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Para tamu dan pengunjung Pantai Ide sorowako yang hadir saat pembukaan FDM 2019 dihibur dengan Marching  Band SMPN 1 Nuha, serta tari kolosal miniatur yg melibatkan 100 penari dari Famajjah Art Burau.

FDM 2019 yang berlangsung selama 3 hari yakni dari tgl 29 Nov s.d 1 Des 2019 akan diisi dengan kegiatan  Sepeda Santai, Katingting Race, Lomba Dayung, lomba Kreasi Tari Daerah, Permainan Tradisional, Lomba
menangkap ikan tradisional (moopudi). Serta akan dihibur oleh Bassitoayya, Tumming Abu, Citra Scholastika serta  beberapa Artis lainnya. (citizen report/hms).

Pos terkait