WAJO,UPEKS.co.id— Tunreng (80) warga Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo, salah satu warga yang tidak dapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Wajo.
Dia hidup dibawah garis kemiskinan. Bahkan, saat ini dia tinggal di kolong rumah reyot seluas 3 x 4 meter milik salah satu warga.
Mirisnya, pendengaran dan penglihatan sudah tidak jelas lagi. Untuk bertahan hidup, dia hanya mengandalkan uluran tangan dari orang lain.
Bila tak ada uluran tangan, dirinya hidup menggarap lahan seorang warga. Namun itu pun upahnya tak seberapa.
“Saya cuma berkebun nak. Itupun tidak seberapa,” katanya saat ditemui Tim At-Taubah Peduli, Jumat (22/11/2019).
Selain Tunreng, ada juga Raufe (80) warga Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Raufe sehari-harinya hanya bekerja mengayuh becak. Namun semenjak ia sakit, dirinya pun tak lagi mengayuh becak.
“Sekarang hanya berdiam diri dirumah nak, karena sekarang juga sudah sakit-sakitan,” ungkapnya.
Beruntung, Tim At-Taubah Channel Peduli yang dibina Kanit Reskrim Polsek Tempe, Iptu Candra Said Nur dan Mediator Kaum Dhuafa, Muhammad Akbar Gunawan memberikan bantuan.
Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, mie instan, dan dua rak telur serta sejumlah uang tunai.
“Alhamdulillah, kita telah salurkan sedekah Jumat untuk kaum dhuafa. Semoga ini bisa meringankan beban saudara kita dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk berbuat baik,” ucap Ust Akbar Gunawan.
Ust Akbar pun berharap, seluruh dermawan yang ada di Indonesia untuk bergabung bersama At-Taubah Peduli untuk merasakan nikmatnya sedekah melalui program “Sedekah Jumat”.
Sekedar diketahui, bila anda memiliki kelebihan rezeki dan hendak menyisihkannya, anda dapat menyalurkannya di nomor rekening 504601000359503 (BRI) atau 0445326618 (BNI) atas nama Muhammad Akbar Gunawan. Atau dapat menghubungi melalui nomor ini 0821 – 8848 – 9770. (Min)




