Pipa Bocor Akibat Upaya ”Curi Minyak”, Pertamina Aktifkan Organisasi PKD Level Satu

  • Whatsapp
Pipa Bocor Akibat Upaya ''Curi Minyak'', Pertamina Aktifkan Organisasi PKD Level Satu

BOCOR. Pipa Pertamina bocor di dekat Block Valve nomor 02 di jalan Tol Reformasi akibat upaya pencurian minyak. Pertamina langsung mengaktifkan organisasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) level satu. IST.

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Pertamina langsung mengaktifkan organisasi penanggulangan keadaan darurat
(PKD) level satu. Hal ini dipicu oleh pencurian minyak yang dilakukan oleh oknum, dengan cara melubangi atau
mengebor pada jalur pipa diameter 8 Inchi tepatnya di dekat Block Valve nomor 02 di jalan Tol Reformasi.

Hal itu menyebabkan kebocoran di jalur pipanisasi Avtur dan BBM meluber serta terjadi kebakaran disekitar lokasi
hingga tumpahan mengalir ke saluran drainase air menuju ke muara sungai.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pekerja PT Bosowa Margautama Nusantara yang kantornya berdekatan dengan titik kebakaran itu
mencoba memadamkan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan_Hydrant Portable_, namun kebakaran gagal dipadamkan.

Kemudian pekerja tersebut melaporkan kejadian tersebut ke jalur sentral komunikasi Bosowa dan langsung  diteruskan ke Terminal BBM Makassar, Koramil, serta Polsek terdekat. Seluruh personil keamanan dan keselamatan wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi pun langsung melakukan tindakan.

Kegiatan tersebut terangkum dalam “Simulasi keadaan darurat level satu” yang dilakukan oleh Pertamina  bersama-sama dengan _stakeholder_ terkait. Pjs. Unit Manager Communication & CSR, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa kegiatan simulasi keadaan darurat level satu merupakan upaya Pertamina mengasah  kesigapan dalam aspek keamanan keselamatan.

Tak hanya faktor keamanan, juga kesigapan setiap Pekerja turut  dilibatkan dalam keadaan ini.

“Seluruh fungsi dalam perusahaan sudah memiliki peran tersendiri, sehingga dalam simulasi ini kami mengasah
kembali peran masing-masing. Termasuk diantaranya kesigapan tim di lokasi dalam penanganan korban serta
koordinasinya dengan Puskodal yang berlokasi di Kantor unit MOR VII,” ujarnya.

Selain aksi heroik di lokasi kejadian, koordinasi dan komunikasi intens dilakukan antara personil di TBBM
Makassar, DPPU Hasanuddin, Puskodal Kantor MOR VII, serta _stakeholders_ terkait.

“Alur koordinasi dan komunikasi menjadi aspek penting untuk menjaga validitas data yang nantinya disampaikan
kepada seluruh _stakeholders_ terkait,” tambah Ahad.

Ahad mengungkapkan, pihaknya senantiasa menjaga kehandalan seluruh peralatan keamanan. Pemeliharaan
dan monitoring berkala kerap dilakukan secara rutin untuk memastikan kesiapan peralatan dalam kondisi darurat.

Simulasi yang dilakukan tidak hanya melibatkan unsur HSE dan pekerja di lingkungan Pertamina. Kegiatan juga
diperkuat dengan partisipasi dari aparat keamanan, PT Bosowa Margautama Nusantara dan Dinas Pemadam
kebakaran setempat. (hry).

Pos terkait