Bersama Pemkab, Baznas Enrekang Siap Kerjasama Cegah Stunting

  • Whatsapp

Bersama Pemkab, Baznas Enrekang Siap Kerjasama Cegah Stunting
ENREKANG, UPEKS.co.id — Saat ini Pemerintah, Kabupaten Enrekang bersama seluruh OPD, Camat dan Kepala Desa berupaya menurunkan angka Stunting melalui peningkatan mutu pelayanan diberbagai sektor.

 

Bacaan Lainnya

Diketahui bahwa salah satu penyebab terjadinya Stunting adalah kemiskinan, oleh karena itu
Baznas Enrekang siap kerjasama Pemkab Enrekang dalam upaya penurunan jumlah stunting di Enrekang atau mencegah terjadinya Stunting.

 

Hal ini dikatakan salah satu pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin pada acara  Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting. Bahar mengatakan  Stunting sendiri bisa diartikan sebagai pertumbuhan yang terhambat akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

 

Stunting terutama disebabkan karena gizi buruk, entah itu gizi buruk pada ibu atau gizi buruk pada anak di periode emas tumbuh kembangnya.Ia menjelaskan Program BAZNAS Enrekang selama ini adalah program kesehatan salah satu  program permanen. Namanya Enrekang sehat, bentuk kegiatan sunnatan massal, perbaikan sanitasi dan jamban keluarga.

 

” Kami memahami bahwa stunting itu di sebabkan kemiskinan. Karena itu BAZNAS Enrekang punya peran strategis untuk terlibat dalam penanganan daerah stunting. Saya kira kedepan, jika stunting di sepakati sebagai program prioritas  bersama, kami siap menyediakan anggaran cukup sesuai program prioritas pemerintah daerah”.
Ungkap Baharuddin.

 

Baharuddin juga meragukan data tentang tingginya stunting di Enrekang, Kalau pun ada  data  itu, ia menantang data ril by name by address dari Dinas Terkait.

 

“Data stunting yang di maksud , beri kami datanya  Insyaallah kami akan bantu. Kami yakin sebenarnya orang orang yang berkategori stunting sudah terkaper di dalam program kami yaitu santunan langsung tunai tersebut ada orang yang stunting. Cuma itu sipatnya konsumtif dan di berikan santunan tunai   setiap bulan” . Imbuh Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang ini.

 

Bagi Bahar  tidak sulit  menangani dan  membenahi stunting  ini dengan sinergi maksimal dan menghilangkan image negatif terhadap daerah stunting. Bahar mengungkapkan kasus  stunting tidak berdiri sendiri tapi sangat terkait  dengan aspek sumber daya, lingkungan,  pendidikan, ekonomi bahkan kultur.( Sry)

Pos terkait