Sekjen Kemendes PDTT Harapkan UMI Masuk 100 Besar Perguruan Tinggi di ASIA

Sekjen Kemendes PDTT Harapkan UMI Masuk 100 Besar Perguruan Tinggi di ASIA

MAKASSAR.UPEKS.co.id— Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Anwar Sanusi dalam lawatanya di Makassar, Sulaweis Selatan melontarkan
pujian serta sanjungan atas predikat prestasi yang di raih Universita Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Bacaan Lainnya

“Banyak prestasi telah diukir UMI Makassar. Dalam pidato pak Rektor menyampakan keunggulan UMI. Ruangan
ini menjadi seksi telah banyak UMI melakukan terbaik dan terbukti kemajuan,” kata Sanusi Anwar saat mengawali
orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Luar biasa Milad ke 65 UMI di Auditorium Al-Jibra Minggu 23 Juni 2019.

Ia berharap kedepan Prentasi yang diaandang UMI aan menjadi bekal untuk terus maju dan berkembang guna
menghadapi persaingan global. Baik di kanca nasional maupun internasional.

“Semoga kiprah UMI ke depan menjawab berbagainl kompetisi nasionla dan internasional. Harpaan kami ke
depan UMI Makasssr bisa masuk 100 besar Perguruan Tinggi terbaik di kawasan ASIA,” harap Sanusi Anwar.

Dia mlberpandangan, ada tiga hal menjadi pilar untuk menopang Perguruan Tinggi yakni. Pertama soal tenaga
kependidikan dosen atau guru besar yang dianggap memegang peranan penting kunci utama dalam kemajuan
kampus.

Kedua lanjut dia, bagaimana peran mahasiswa, dibentuk karakter di perguruan tinggi. Dimana nilai keislaman
menjadi fondumental.

“Ketiga kehadiran dan peran para alumni. Mereka pilar penyangga bagi tegaknya kemajuan Perguruan Tinggi,”
katanya.

Pada kesempatan ini, UMI melakukan jalinan kerjasama memorandum of understanding (MoU) dengan 11 instansi
Pemerintah dan swasta. Salah satu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
(Kemendes PDTT).

Mewakili Kemendes PDTT. Anwar Sanusi mengatakan, MoU ini di laksanakan sebagai bentuk kesepakatan  antara UMI dengan Kemenden PDTT adalah terkait dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat  desa.

“Kemudian Pembangunan Daerah Tertinggal dan juga pembangunan di wilayah wilayah transmigrasi,” katanya.

Beberapa hal nanti akan pihaknya tindak lanjuti terutama adalah menyangkut tentang perjanjian kerja bersama
hal-hal apa yang nanti bisa disepakati tentunya akan mereka bahas secara teknis terutama  dengan para  pimpinan UMI dengan pimpinan Kementerian Desa PDTT terutama dalam pimpinan-pimpinan di tingkat unit kerja.

Menurutnya beberapa hal yang nanti akan menjadi titi fokuskan pertama adalah terkait dengan bagaimana UMI
akan menjadi semacam lembaga yang memberikan masukan-masukan bagi perbaikan kualitas kebijakan terkait  Desa.

Kemudian juga UMI dengan tenaga sumber daya manusia yang dimiliki ini, akan menjadi tenaga tenaga selain
pendamping Desa. Juga akan menjadi tenaga-tenaga yang membantu desa-desa untuk membangun dan  memberdayakan masyarakat.

“Selain itu juga hasil karya yang dihasilkan oleh UMI pertama adalah yang menyangkut teknologi tepat guna ini juga
menurut saya akan sangat bermanfaat kalau seandainya kita bawa sampai ke tingkat Desa sehingga desa-desa  ini akan mendapatkan bantuan dalam produktivitas ekonomi di tingkat pedesaan,” sebutnya.

Setidaknya ada empat potensi kerja sama antara Perguruan Tinggi dengan Kemendes PDTT. Terkait  pembangunan desa, perguruan tinggi dinilai memiliki keistimewaan dari tingkat intelektual dan sumber daya.

Pertama, pengelolaan potensi desa, Kedua, adalah pengembangan SDM, Kemudian program ketiga, Kemendes
PDTT mendorong adanya unit usaha, Sedangkan yang keempat, adalah pengembangan ekonomi desa.

Anwar memaparkan Kemendes PDTT memiliki program prioritas untuk percepatan pembangunan desa menuju
kemandirian bangsa. Yaitu, produk unggulan kawasan perdesaan (prukades), kemudian ada keterlibatan badan
usaha yang disebut BUMDes.

“Ada kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dengan potensi investasi. Ada program prioritas mampu
mengakselerasi pembangunan di desa,” tuturnya.

Anwar berharap, kolaborasi dan sinergitas antarsektor ini akan terus dilakukan karena dinilai sangat penting untuk
akselerasi pembangunan menuju kemandirian bangsa.

Menurutnya, beberapa hal harus dilakukan yaitu: Pertama, bagaimana mengefektifkan seluruh kementerian-
kementerian yang memiliki kegiatan yang lokus dan fokusnya pembangunan desa.

“Bagaimana memberikan peran yang cukuf efektif kepada pemerintah daerah. Juga peran perguruan tinggi.
Perguruan tinggi adalah bagian dari masyarakat yang memiliki intelektual dan sumber daya. Keempat, peran
swasta dalam menggerakan ekonomi,” katanya.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,MSi memaparkan sejumlah program prioritas keunggulan
serta Prestasi yang diraih UMI pada masa ke masa.

Selain itu, UMI juga melaunching UMI MEMO, suatu Aplikasi pertama yang ada di perguruan tinggi seluruh  Indonesia yang berfungsi membantu mempermudah penyebaran informasi meeting dan event yang akan  berlangsung.

“Aplikasi ini dibuat oleh Fakultas Ilmu Komputer beserta tim, dan diharapkan mendorong kinerja dan  produktivittas kerja dalam lingkup UMI khususnya dalam menyampaikan informasi, berargumentasi ataupun dalam  berinteraksi organisasi,” jelasnya.

Milad kali ini, dirangkaikan penandatanganan MOU dengan 11 mitra. Diantaranya, Kementerian PKDT RI, Korean
Institute for Education an Culture, Universitas Terbuka, Universitas Dumoga Kotamobagu, Universitas Tompotika
Luwuk, Pemjab Pangkep, Pemkab Mamuju Tengah, Pemkab Lutim, Polda Sulawesi barat, Corporate  Communicationn Media Group (Medcom), dan PT Fajar Media Group. (rls).

Pos terkait