Begini Bulukumba Emas Ala Emir

  • Whatsapp

Begini Bulukumba Emas Ala Emir

Bankir kelahiran Bulukumba, Emir Faisal Amjar, punya ‘senjata’ andalan dalam memajukan Bulukumba. Emir menyebutnya misi Bulukumba Emas.
Apa dan bagaimana Bulukumba Emas?

Bacaan Lainnya

Baca juga : Emir Usung Bulukumba Emas
“Bulukumba Emas adalah Bulukumba yang Edukatif, Pemimpin yang mendidik dan mengayomi warganya. Bulukumba yang Melayani warganya. Kepuasan rakyat/warga adalah hasil dari pelayanan yang baik dari jajaran pemerintahan di semua tingkatan. Mulai dari tingkat RT sampai ke pelayanan puskesmas, rumah sakit dan instansi pemerintah. Kepuasan rakyat itu sangatlah dinamis. Rakyat yang dilayani sama belum tentu sama tingkat kepuasannya. Demikian pula, warga atau rakyat yang sama di layani dengan cara yang sama pada waktu kemudian belum tentu menikmati kepuasaan yang sama,” ujarnya.
Dia mengatakan, Bulukumba yang Amanah dalam mengemban kepercayaan rakyat, dan Bulukumba yang sejahtera menunjuk keadaan yang baik, sehat dan damai yang mampu memeratakan alokasi sumber daya ekonomi dalam hal kesejahteraan sosial.

Begini Bulukumba Emas Ala Emir

Bulukumba emas itu lanjutnya dielaborasi dalam delapan orientasi program yaitu Program Keluarga Bahagia. Kebutuhan rumah tangga bahagia yang berorientasi kepada 5 tahapan atau level kebutuhan manusia. Pertama basic needs. Kebutuhan dasar. Ciri pertama keluarga bahagia itu basic needs nya terpenuhi.
“Apakah ini tugas pemimpin? Ya, tapi tidak diartikan bahwa pemimpin yang akan menyediakan makan minum atau memberikan rumah gratis bagi warganya. Tapi seorang pemimpin memastikan bahwa kebutuhan dasar rakyat telah terpenuhi yaitu sandang, pangan dan papan. Lingkungan yang bersih dan asri juga sebagai bagian dari harapan sebuah keluarga bahagia dan tugas pemimpin untuk memastikan bahwa lingkungan warganya bersih dan asri. Coba kita jalan-jalan ke jogja bali dan solo akan kita temukan keindahan, kerapian dan kebersihan lingkungan baik di jalan-jalan dan lorong apatah lagi di halaman rumah warga,” katanya.
Selain itu, tambahnya, kebutuhan dasar kedua adalah safety needs. Yaitu rasa aman. Seorang pemimpin harus bisa memastikan rasa aman bagi warganya sehingga memerlukan sinergi yang baik bersama TNI Polri kalau perlu dengan penyelenggara asuransi. Aman secara lingkungan. Bahkan aman dari kecelakaan kerja. Misalnya saudara saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan, aktivitasnya di laut bisa mendapat proteksi jaminan asuransi kecelakaan dan kematian sehingga dapat meringankan beban hidup bagi keluarga anak dan istri bila ditinggal pergi oleh sang pencari nafkah baik kematian karena kecelakaan maupun karena sakit. Dan warga Aman dari kriminalitas, aman dari begal perampokan atau pencurian. Kebutuhan dasar kedua ini wajib dipenuhi oleh pemerintah yang mendapat amanah dari rakyatnya yaitu Rasa aman.
“Bila basic needs dan safety needs sudah mampu di implementasikan oleh Pemerintah bersama jajarannya dan istansi terkait maka kita yakin keluarga bahagia itu akan merasakan berada pada level 3 yaitu Love atau kasih sayang. Di tahap ini, tercipta kasih sayang dalam sebuah keluarga, sehingga menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, ada komunikasi, ada harmonisasi antar tetangga, dan teman,” singkatnya.
Dia mengatakan, tahap 4 keluarga bahagia itu adalah Self Esteem. Disini sebuah keluarga dan masyarakat telah berada pada tahap pencapaian syukur nikmat. Nikmat iman, nikmat ilmu, nikmat kesehatan, nikmat usaha, nikmat pekerjaan dan nikmat bermasyarakat. Sehingga tidak lagi tercipta keangkuhan dan kesembongan hanya karena status sosial dan jabatan, tapi yang hadir pada keluarga bahagia itu adalah kesyukuran atas segala nikmat dan anugrah Allah. Sehingga kebahagiaan itu tidak lagi dilihat dari besar kecilnya tingkat ekonomi sebuah keluarga tapi terlihat pada rasa syukur warganya.
Barulah keluarga bahagia itu naik tahap 5, Self Actualization. Kalau dia selfi2 di medsos, itu semata ia lakukan untuk berbagi kebaikan kepada sesama. Disini kita sudah tidak lagi memikirkan diri sendiri, tetapi fokus untuk membantu orang lain. Keluarga Bahagia pada level ini adalah keluarga yang sudah peduli dengan sesama ia tidak lagi menahan tangannya untuk hal-hal yang berbau kebaikan, ia aktif memberdayakan institusi Baznas bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari pola hidup madani. Pemimpinnya menggairahkan program infaq berupa zakat dan sedeqah baik di setiap instansi bahkan sampai kepada elemen elemen dunia usaha dan perdagangan dan masyarakatnya bahu membahu menggerakkan potensi ekonomi ummat. Semua ini harus menjadi bagian dari Visi ‚ÄúProduktif Menata Pembangunan”
“Itu cakupan Visi pertama Bulukumba Emas.
Urutan Visi searah jarum jam. Dan visi ke 8 adalah menjaga 4 pilar kebangsaan,” kuncinya. (*)

Pos terkait