ANEKA

Bank Wakaf Mikro Pertama di Sulawesi Diresmikan di Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel

 


RESMIKAN. Tampak (Dari ujung kiri) Kepala OJK Regional 6 Sulampua Zulmi, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Wakil Gubernur Sulsel, Amran Sulaiman dan Direktur Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah
Sulsel, Abdul Kadir Arif saat peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) di Pesantren Ummul Mukminin, Jl Perintis Kemerdekaan, Biringkanayya Makassar, Jumat (10/05/19). Ist

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua meresmikan Bank Wakaf Mikro  (BWM) pertama di Sulawesi, di Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah di Jl Perintis Kemerdekaan Km 17, Kel. Pai, Kec. Biringkanayya Makassar, Jumat (10/05/19).

Bank Wakaf Mikro ini istimewa. Menjadi solusi pembiayaan bagi modal usaha kecil. Sebab sangat sederhana,  tanpa agunan, dan tanpa bunga.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menjelaskan, BWM ini yang pertama di Sulawesi. Jadi model dan  dicontoh bank wakaf mikro lainnya.

“Dan harus makin banyak di Makassar dan sekitarnya. OJK harus ikut membantu memfasilitasi pemerintah  mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya, dalam acara peresmian tersebut.

Hosting Unlimited Indonesia

Ia menjelaskan, kehadiran BWM ini sangat membantu. Terutama masyarakat yang masih sungkan ke kantor bank.  Tercatat, ada 60 persen masyarakat belum punya akses ke bank.

“Ke bank takut, apalagi pinjam tidak berani. Biasanya pedagang kelontongan. BWM akan mudah diakses,”  tuturnya.

Wimboh menambahkan, BWM ini maksimal melayani 3.000 nasabah. Pendanaan bisa ditambah 3 juta atau 5 juta.
Sumber dananya berasal dari dana abadi dari para donatur dari lembaga zakat.

“Ini BWM yang ke 53 atau 54 unit. Nanti ada pameran barang produksi usaha binaan BWM juga,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sulsel, Amran Sulaiman mengatakan,ini akan mendorong ekonomi kecil.Karena sangat pas  dengan besaran pembiayaannya.

“Akan bantu sertifikasi usaha kabupaten/kota yang selama ini berat. Juga ini menggerakkan ekonomi di  kecamatan,” tuturnya.

Direktur Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel, Abdul Kadir Arif menjelaskan, nanti akan ada pendampingan  setiap pekan. Untuk kriteria calon nasabah adalah semua usaha di sekitar pesantren seperti Badoka dan Daya.Karakteristik bergerak di bidang usaha skala rumah tangga.

“Misalnya Penjual gorengan, bakso, kue dan lainnya. Ini membuka diri dan pola dakwah lebih kreatif. Meskipun  tetap dikembalikan ini memberdayakan ke masyarakat bawah untuk mendapat modal tanpa agunan,” sebutnya.  (hry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top