Thorig Husler Minta OPD Pahami Penyusunan Dokumen RKL/RPL

  • Whatsapp

Thorig Husler Minta OPD Pahami Penyusunan Dokumen RKL/RPL

LUTIM,UPEKS.co.id—Setelah mencanangkan Gerakan Taat Laporan Pelaksanaan (Laporlaks) RKL/RPL pada Bimtek Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan  Lingkungan (RPL) bagi pemilik izin lingkungan hidup di Lutimbeberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Lutim kembali menggelar kegiatan serupa bagi OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, bertempat di  Ballroom Hotel Four Points By Sheraton, Makassar, Rabu (24/04/2019).

Bacaan Lainnya

Bimtek yang dibuka langsung Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler ini, diikuti 40 peserta dari masing-masing
OPD yang telah memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan serta utusan Puskesmas se-Kabupaten Luwu
Timur.

Bimtek yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2019 ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman
terkait metode dalam proses penyusunan dokumen RKL/RPL bagi OPD yang telah memiliki izin lingkungan,  dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan bahwa, Bimtek ini sangat strategis karena
kesamaan pemahaman dalam penyusunan laporan pelaksanaan RKL/RPL akan memberikan dan menghasilkan
dokumen yang berkualitas sesuai dengan peraturan yang berlaku yang pada gilirannya mencegah terjadinya
pencemaran dan kerusakan lingkungan serta menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai dengan  prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Setelah Bimtek ini, saya berharap tidak ada lagi alasan ketidaktahuan sebagai penyebab tidak disusunnya
RKL/RPL,” tekan Husler.

“Jadikanlah Luwu Timur sebagai Kabupaten percontohan dalam ketaatan/kepatuhan pemrakarsa terhadap
pelaporan RKL/RPL sebagaimana komitmen kita saat mencanangkan Laporlaks RPL/RKL beberapa waktu lalu,”
sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Tabacina Akhmad dalam laporannya mengatakan, Bimtek  yang dikerjasamakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas ini bertujuan mengetahui
cara-cara dan teknik pelaporan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, terutama dalam hal pelaporan  pengendalian pencemaran air, udara dan pengelolaan LB3.

“Setelah bimtek ini, diharapkan para pelaku usaha dapat secara simultan melaporkan, hal ini untuk menghindari
kesalahan analisa yang dapat berakibat pada kesalahan penanganan pengelolaan lingkungan hidup yang
berakibat pada pencemaran lingkungan mengakibatkan hukuman pidana dan denda bagi perorangan atau
perusahaan yang bertanggungjawab terhadap pencemaran lingkungan tersebut,” urai Andi Tabacina.  (hms/ikp/kominfo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *