ANEKA

DPP IMMIM Ingatkan Para Mubalig Jangan Berpolitik di Masjid

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dewan Pengurus Pusat (DPP) IMMIM, menghimbau kepada seluruh Mubalig saat
berdakwah di masjid-masjid, jangan melakukan politik praktis. Hal itu ditekankan Ketua Umum DPP IMMIM, Prof Dr  Ahmad M Sewang, MA, Senin (18/3/19).

Prof Dr Ahmad Sewang menerangkan, politik itu tak terpisahkah oleh Islam. Mulai tidur sampai bangun diatur oleh politik. Namun, politik prastik jangan sekali-kali dimasukkan ke dalam masjid.

“Saat ini kita sebar dan pasang sekitar 300 spanduk di mesjid-mesjid dengan memberikan himbauan dengan mari  memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan diharapkan tidak melakukan politik praktis di masjid, ” terangnya.

Prof Dr Ahmad Sewang menjelaskan, pihaknya akan melakukan kegiatan kemasyarakatan dan kajian dalam bentuk pencerdasan. Bahkan baru saja membicarakan masalah pencerdasan kepada para Mubalig.

“Para Mubalig kita, seharusnya menjadi Mubalig masa kini. Mubalig juga diharapkan menyiapkan bahan dakwahnya yang menyejukkan ditengah-tengah masyarakat, ” jelasnya saat memberikan keterangan pers di Kantor IMMIM.

Hosting Unlimited Indonesia

Diakuinya, IMMIM ini sangat konsen terhadap punya nilai-nilai. Ada namanya persatuan. Bagaimana persatukan  umat ini yang sangat sulit dirasakan. Namun, betapa pun sulitnya tetap diinginkan namanya persatuan dan sikap  toleransi.

“Oleh karena itu, IMMIM ini kalau menyangkut masalah yang sifatnya agama harus disikapi dengan toleransi,  ” ujarnya saat memberikan keterangan pers di dampingi Ketua YASDIC IMMIM Ir HM Ridwan Abdullah, Sekum DPP  IMMIM DR HM Ishaq Shamad, Ketua IV DR H Kamaluddin Abunawas dan Sekretaris 2 Dr Hj Nurjannah Abna.

Misalnya saja lanjutnya, politik praktis itu tidak boleh dibawa masuk ke dalam masjid. Hal itu sudah diminta kepada  pengurus masjid. Kenapa tidak boleh politik praktis dibawa masuk masjid, karena itu nanti bisa meributkan  di tengah-tengah masyatakat.

“Sementara antara jamaah itu, ada yang memilih nomor satu atau dua, kita tidak tahu. Begitupun banyak organisasi  yang berbeda-beda dan latar belakang politik yang berbeda pula, ” lanjutnya.

Namun jelas dia, politik yang membawa pencerdasan silahkan saja masukkan ke dalam mesjid. Namun, jangan  sama sekali menyebut salah satu calon. “Kalau mencerdaskan silahkan, tapi jangan sekali-kali ada nama calon  yang disebut, ” tutupnya. (Jay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top