Lima OPD dan 28 Desa dari Bulukumba Studi Tiru Penanganan Stunting di Enrekang

Lima OPD dan 28 Desa dari Bulukumba Studi Tiru Penanganan Stunting di Enrekang

Lima OPD dan 28 Desa dari Bulukumba Studi Tiru Penanganan Stunting di Enrekang

ENREKANG,UPEKS.co.id — Upaya Pemkab Enrekang untuk terus menekan angka stunting, rupanya mendapat  atensi dari daerah lain. Pemkab Bulukumba bahkan mengirim 5 rombongan OPD dan 28 Desa untuk mempelajari  penanganan stunting di Bumi Massenrempulu.

Bacaan Lainnya

Pemkab Bulukumba mengunjungi Enrekang dalam rangka Studi Tiru Stunting. Mereka disambut di Villa  Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Jumat 6 November 2020.

Lima OPD dari Pemkab Bulukumba yang datang masing-masing Bappeda, Dinkes, BPMPD, Dinas Ketahanan  Pangan, dan Diknas serta 28 Desa Lokus Stunting.

Rombongan ini diterima oleh Asisten 2 Syamsuddin,S.Pt.,M.Si didampingi oleh Kepala Bappeda DR.Ir. Chaedar  Bulu, MT dan Kadis DPP-PA Drs.H.Burhanuddin,M.AP.

Kabidsos Bappeda Kabupaten Bulukumba H. Andi Agussalim Ishak, S.Sos.,M.Si mengatakan tujuan Studi Tiru ini  untuk melihat secara langsung penanganan stunting di Enrekang, dan mempelajari dokumen-dokumen  konvergensi stunting.

“Kita juga melakukan kunjungan lapangan ke salah satu desa model di Maiwa yaitu Desa Pariwang dengan  inovasinya berupa Komunitas Ibu Cerdas Cegah Stunting,” kata Andi Agussalim.

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Pemkab Enrekang menerima dan menyambut hangat  rombongan dari Bulukumba.

“Enrekang kami pilih, sebab telah berpengalaman melakukan 8 Rencana Aksi Konvergensi Penanganan Stunting,  disamping ada beberapa inovasi Pemkab Enrekang yang menarik dan layak kita duplikasi di Bulukumba,” urainya.

Dalam sambutannya, asisten 2 Pemkab Enrekang Syamsuddin,S.Pt.,M.Si memaparkan sejumlah kebijakan
Pemkab Enrekang dalam penanganan stunting. Termasuk hasil capaian serta kendala dalam pelaksanaan  kebijakan tersebut.

Ia lantas berterimakasih atas kehadiran rombongan, dan berharap kerjasama Enrekang dan Bulukumba bisa terus  berkesinambungan.

“Kami tentu gembira dan menyambut baik, atas perkenaan rombongan melihat langsung aktivitas penangan  stunting di Enrekang,” kata Syamsuddin. (Sry)

Pos terkait