ENREKANG,UPEKS.co.id — Empat pasien positif Covid-19 yang dirilis Dinas Kesehatan, Selasa Malam (25/8/2020) adalah kasus baru yang berasal dari tiga Kecamatan berbeda.
Salah satu dari pasien positif Corona tersebut adalah salah satu Kepala Desa aktif yang ada di Kecamatan Anggeraja berinisial AM (65).
AM dilarikan ke PKM Kotu, Anggeraja dengan keluhan demam selama lebih 12 hari, sakit tenggorokan,batuk, sesak nafas, lesu, mual, muntah dan sakit kepala. Hasil Rapid yang dilakukan di PKM Kotu AM Reaktif.
Selanjutnya dirujuk ke RSUD Maspul Enrekang, hasil foto torax menunjukkan Bronkopneumonia. Selanjutnya dilakukan pengambilan Swab PCR tanggal 23 Agustus 2020 dan Specimen PCR dikirim ke laboratorium Sentral RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil positif Covid-19.
Kadis Kesehatan Enrekang Sutrisno mengatakan, telah dilakukan Contact Tracking kepada orang-orang yang selama ini dekat dengan AM.
” Sudah kami lakukan tracking selain kepada keluarganya tetapi dengan orang-orang yang selama ini kontak langsung dengan yang bersangkutan” kata Sutrisno.
Kadis Kesehatan yang juga Jubir Covid-19 Enrekang ini menjelaskan tidak semua Aparat yang ada di Desa tersebut dilakukan tracking karena menurutnya meskipun sekantor dengan AM jika orang tersebut tidak pernah kontak langsung maka tidak perlu dilakukan tracking.
” Jadi selain kita lakukan Contact Tracking kepada orang-orang yang selama ini kontak erat dengan yang bersangkutan, Pak Kades minta agar dilakukan isolasi terhadap keluarganya. Tapi saya sarankan agar dilakukan isolasi mandiri saja”. Ujar Sutrisno.
Ini adalah salah satu wujud kepedulian AM selaku Kades kepada masyarakat sekitarnya sehingga meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Enrekang untuk melakukan isolasi terhadap keluarganya.
Meski telah dinyatakan positif Covid-19, AM tetap menjaga agar masyarakat tidak tertular dengan jalan mengisolasi orang-orang yang pernah kontak erat dengannya.
Dengan adanya satu Kades yang positif Covid-19, Kadis Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona.
Dia mengatakan kuncinya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut adalah pada masyarakat dan bukan pada Petugas Kesehatan maupun Tim Gugus Tugas.
” Jadi saya ingin menyampaikan bahwa virus ini tidak kenal siapa yang akan diserangnya. Jadi saya tidak akan berhenti menginginkan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti dan mematuhi protokoler kesehatan”. Pungkasnya. (Sry)




