Meski Pandemi Covid-19, Summer Course Internasional UMI Diikuti 5 Negara Sahabat

Meski Pandemi Covid-19, Summer Course Internasional UMI Diikuti 5 Negara Sahabat

 

Meski Pandemi Covid-19, Summer Course Internasional UMI Diikuti 5 Negara Sahabat

Bacaan Lainnya

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Program Summer Course UMI tetap berlangsung selama Pandemi Covid-19. Lima  negara yakni Maroko, Yaman, Malaysia, Vietnam dan Banglaedsh jadi peserta dalam Program Summer Course  Internasional UMI.

Rektor UMI, Prof.Basri Modding menyampaikan, pada Batch I ini Program Summer Course Internasional  mengusung tema ‘Nature, Human, and Technology Harmony’.

Summer course menjadi bagian dari perwujudan cita-cita para pendiri UMI untuk mengantarkan UMI menjadi perguruan tinggi berkelas dunia (world class university). Program internasionalisasi menjadi salah prioritas dalam  pengembangan UMI.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Promosi sekaligus Ketua Pelaksana Summer Course UMI,  Prof. Dr. Ir. Hattah Fattah, MS mengatakan, kegiatan yang semula direncanakan dilangsungkan secara tatap muka  ini, mulai berlangsung 24 Juni 2020 lalu, namun dikarenakan situasi Pandemi Covid-19, kegiatan itu terpaksa  dialihkan lewat virtual.

“Rencana sebelumnya, proses pembelajaran sudah mulai pada tanggal 24 Juni dengan cara datang langsung tapi  karena ada persoalan Pandemi sehingga mereka tertunda kedatangannya,” ungkap Prof Hattah, Minggu (23/8/2020).

“Tetapi tetap kita laksanakan sesuai dengan schedule artinya materi kursus tetap berlangsung meskipun secara virtual dan kemudian waktu kedatangannya nanti kita tunda sampai 21 Februari 2021 atau hingga kondisi memungkinkan,” sambung Prof Hattah.

Jadi, kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI ini, materi kursus disampaikan secara virtual  yang terbagi menjadi delapan sesi atau selama sembilan minggu.

“Materi kursus yg terdiri dari 8 sesi disampaikan setiap akhir pekan (weekend). Setiap hari sabtu materi diakses  melalui Learning Management System (LMS) UMI yang dikenal dengan Virtual Class (V-Class) kemudian mereka,  para peserta kursus melakukan tugas mandiri selama sepekan,” ujarnya.

Para peserta kursus menyelesaikan tugas-tugas responsif, pembuatan video singkat dan tugas lain sebagai tolak  ukur pencapaian pembelajaran terhadap seluruh sesi yang disampaikan,” tutur Wakil Rektor V UMI itu.

Prof. Hattah mengatakan, materi kursus dibawakan para dosen tetap UMI yang berkompoten dan memiliki pengalaman
internasional.

Materi kursus meliputi pengenalan UMI, pengetahuan praktis Bahasa Indonesia, kearifan lokal dan teknostruktur  Manusia Bugis-Makassar, keragaman kuliner Bugis-Makassar, pencapaian Orang Bugis-Makassar dalam Bidang  Kemaritiman dan perdagangan global, serta sucsess story Manusia Bugis-Makassar membangun harmoni  nusantara dan masyarakat global.

“Para tutor menyampaikan pencapaian Orang Bugis-Makassar dalam berbagai aspek termasuk keberhasilan  membangun harmoni jejaring sosial dan perdagangan di kawasan Asia, Australia, sampai dengan Afrika. Seluruh  materi telah disampaikan oleh pemateri dan setiap minggu peserta memberikan respons dalam bentuk
penyelesaian tugas materi yang disampaikan, ” bebernya.

“Tugas-tugas diselesaikan secara mandiri oleh para peserta dalam waktu sepekan untuk masing-masing sesi”  tambah Prof Hattah.

Di bulan Februari 2021, disebutkan Prof Hattah, peserta Summer Course International UMI akan datang langsung  untuk kunjungan ke lapangan yang bertujuan mendalami dan melihat secara langsung realitas di tengah-tengah Masyarakat Bugis-Makassar serta pengukuran akhir pencapaian pembelajaran masing-masing peserta.

“Seluruh materi telah disampaikan minggu ini dan minggu depan tinggal kita tunggu bagaimana mereka  menyelesaikan tugas dari sesi terakhir. Kemudian nanti kita akan ada program khusus sampai dengan bulan  Februari 2021,” tuturnya.

Program khusus itu seperti review kemudian penguatan tugas-tugas yang mereka lakukan secara mandiri sampai  21 Februari 2021,” imbuhnya.

Prof Hattah mengatakan, piihaknya saat ini tengah menyiapkan
Summer Course Batch II yang akan mengangkat isu tematik bertajuk sustainability atau pembangunan yang berkelanjutan.(rls).

Pos terkait