MAJENE, UPEKS.co.id–Pemerintah kabupaten Majene ketar-ketir terkait dampak yang ditimbulkan dari pandemi virus corona atau Covid19. Anggaran tahun 2020 terancam mengalami defisit sebesar Rp.134 M.
Meskipun pemerintah Kabupaten Majene telah merelokasi anggarannya untuk menangani dampak Codid-19 dengan memangkas bujet perjalanan dinas, rapat dan pembelian barang hingga 70 persen, sampai menunda proyek fisik hingga 70 persen.
Namun hal ini belum bisa menutupi defisit anggaran yang besarannya mencapai Rp.134 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman Kabil, Kamis (23/04/2020). Menjelaskan, Saat ini pemerintah kabuapaten Majene telah melakukan pemangkasaan anggaran di setiap OPD untuk pembiayaan penanganan Covid-19.
“Pemda sudah berupaya semaksimal mungkin, termasuk memangkas 50 persen anggaran di setiap OPD untuk talangi anggaran yang defisit Rp134 miliar. Besaran defisit itu tertjadi lantaran penerimaan mengalami penurunan, dana transfer dari pusat juga turun drastis.
Bahkan pemda Majene harus segera menyampaikan laporan ke pusat terkait anggaran, paling lambat jam 15.00 tadi sore, kalau tidak Pemda Majene akan diberi sanksi,”jelas Kasman.
Sementara itu anggota DPRD Majene dari PAN, Abd.Wahab mengatakan, dirinya telah memahami bagaimana kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini, bahkan sebagian anggaran belanja di DPRD juga sudah dipangkas.
“Kita sudah memahami dengan kondisi keuangan saat ini akibat pandemi covid-19, bahkan anggaran kami di DPRD juga sudah dipangkas, saya rasa itu tidak masalah yang peting pemda Majene transparan, ya mau mi di apa,”ungkap Abd.Wahab, sambil tertawa.(Alimukhtar).




