MAJENE, UPEKS.co.id—Sebanyak empat unit proyek pembangunan tempat pegelolaan sampah (TPS) sistem reduse, reuse dan recyle (3R) yang dibiayai APBN dengan menelan anggaran miliaran rupiah, hingga kini belum bisa dimanfaatkan.
Dari pantauan di beberapa tempat, terlihat kondisi TPS 3R saat ini sudah mulai rusak. Pasalnya, sejak pengadaan TPS 3R itu dibangun, hingga kini tak pernah difungsikan. Proyek yang dibiayai APBN melalui Provinsi ini terkesan proyek gagal.
Seperti TPS-3R yang ada di Lingkungan Pangale, dan Lingkungan Barane, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, sejak dibangun delapan tahun lalu belum dioprasikannya dengan alasan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana tugas pemanfaat TPS tersebut tidak memiliki modal untuk mengelola.
Salah seorang warga setempat Jufri, Selasa (08/10) mengatakan, sejak dibangunan dua proyek TPS 3R yang ada di Kelurahan Baurung hingga kini tidak pernah berfungsi, akhirnya mubazir dan hanya menghambur-
hamburkan anggaran.
“Proyek itu dibangunan melalui APBN senilai Rp 500 juta satu paket, ini namanya proyek gagal, asal membangun saja. Bayangkan sejak dibangun tahun 2010, sampai sekarang tidak pernah berfungsi, sementara yang di Barane dibangun tahun 2015, bahkan yang di Pangale sekarang berfungsi sebagai tempat tinggal,”tandasnya.
Kepala Desa Soreang Palipi Wardin Wahid, Selasa (08/10), proyek TPS-3R yang dibangun di Desanya sejak dibangun enam tahun lalu sama sekali tidak berfamfaat, akibatnya proyek sangat mubazir.
“Bagaimana masyarakat atau KSM saya bisa bekerja, sedangkan alat yang diserahkan kepada kami masyarakat desa hanya terkesan diberikan begitu saja tanpa ada petunjuk penggunaan atau pemasanganya.” ungkap
Wardin,(Ali).




