Sambut Kloter 37 Debarkasi Makassar, Wakil Bupati Barru Ingatkan Soal Adab

Sambut Kloter 37 Debarkasi Makassar, Wakil Bupati Barru Ingatkan Soal Adab

MAKASSAR, UPEKS — Wakil Bupati Barru H. Abustan memboyong sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Barru untuk menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 37 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu (28/6/2026).

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barru.

Bacaan Lainnya

Penyambutan juga dihadiri Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M., bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros untuk menerima jemaah asal daerah masing-masing.

Prosesi serah terima dipimpin Koordinator Pembinaan Jemaah dan Petugas PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Aminuddin. Kloter 37 secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.12 WITA, enam menit lebih cepat dari jadwal.

Berdasarkan data PPIH, Kloter 37 semula memberangkatkan 393 jemaah dan petugas. Namun, satu kursi kembali kosong setelah seorang jemaah asal Kabupaten Barru, Abd Latif Botjing (79), wafat di Tanah Suci pada 30 Mei 2026 dan dimakamkan di Arab Saudi. Dengan demikian, sebanyak 392 orang kembali ke Tanah Air, terdiri atas 158 jemaah asal Barru, 69 asal Gowa, 156 asal Kota Makassar, dua asal Maros, serta tujuh petugas kloter.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barru H. Abustan mengajak seluruh jemaah mensyukuri nikmat dipanggil menjadi tamu Allah. Menurutnya, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang tidak semua orang peroleh.

“Alhamdulillah bapak dan ibu kembali dengan semangat yang luar biasa. Malam ini kita harus bersyukur karena bapak ibu adalah orang-orang pilihan. Saya sendiri sudah 14 tahun menunggu, tetapi belum juga mendapat panggilan,” ujarnya.

Abustan berharap kemabruran haji tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar predikat haji diiringi dengan peningkatan akhlak, disiplin beribadah, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Kalau status kita sudah haji, maka adab juga harus naik. Salat berjamaah harus dijaga, ibadah sunnah ditingkatkan, dan jadilah pembawa perubahan. Jangan lupa mendoakan para pemimpin agar dapat memberikan yang terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara,” pesannya.

Sementara itu, H. Aminuddin mengingatkan agar seluruh jemaah mempertahankan kebiasaan baik yang dibangun selama berada di Tanah Suci. Ia juga menyampaikan duka atas wafatnya satu jemaah Kloter 37.

“Pada 18 Mei lalu saya ikut melepas bapak ibu berangkat, dan hari ini kembali dalam keadaan sehat walafiat. Meski kita berduka karena satu saudara kita wafat di Tanah Suci, mari terus menjaga nilai-nilai ibadah yang telah dibiasakan selama berhaji,” katanya.

Ia menambahkan, Embarkasi Makassar tahun ini memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas. Hingga kepulangan Kloter 37, sebanyak 14.490 orang telah kembali ke Tanah Air, sedangkan 2.207 orang dari enam kloter masih berada di Arab Saudi. Menurutnya, menjaga amal saleh dan kebiasaan baik setelah berhaji merupakan salah satu tanda haji yang mabrur dan makbul. (**)