
PELATIHAN. Suasana Bakti Pada Guru (BPG) berupa pelatihan 110 guru di Kota Makassar. Kegiatan dua hari itu dihelat di Aula LPMP Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Rabu (17/07/19). Ist.
MAKASSAR, UPEKS.co.id–Charoen Pokphand Foundation Indonesia kembali menyelenggarakan Program Bakti Pada Guru (BPG) berupa pelatihan kepada 110 guru SD dan SMP di Kota Makassar.
Kegiatan selama dua hari ini dihelat di Aula LPMP Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Rabu-Kamis (17-18/07/19).
Selama dua hari, para peserta dalam BPG ini akan didampingi oleh mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang yang akan menjadi fasilitator sekaligus menyiapkan modul kegiatan. Modul yang disiapkan yakni 20 persen teori dan 80 persen role play.
Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari SH,MH menjelaskan BPG telah berjalan tiga tahun. Sebelum di Makassar, kegiatan yang sama telah dilaksanakan di berbagai Kabupaten/Kota di tanah air, termasuk di Maros dan Pangkep.
“Targetnya kami nggak muluk-muluk. Kami berharap bisa memberikan manfaat kepada guru yang besar untuk
pengembangan diri dalam mengajar murid, lingkungan dan temannya. Agar program ini tidak sia-sia,” katanya di
sela-sela kegiatan BPG.
Program ini, menekankan sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberi yang terbaik kepada bangsa sebagai Guru ideal. Sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan.
Atas semangat tersebut, lanjutnya mendapat apresiasi yang tinggi dari Dinas terkait. Hal tersebut nampak dari permintaan kegiatan yang sama dilaksanakan kembali dengan kuota yang minta ditambah.
“Apresiasi sangat luar biasa. Hanya, kami biasanya menerima peserta guru dengan prioritas untuk ring satu unit kami berada,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPG ini juga telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan catatan telah melakukan pelatihan kepada 2.200 guru, dari target awal 1.000 guru. BPG hanya salah satu dari ragam program yang bersumber dari Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan yang memang difokuskan pada dunia pendidikan.
“80 sampai 90 persen CSR kami memang di bidang pendidikan. Selain BPG, kami ada program anak asuh jumlahnya sekarang 3.500 orang, dari SD sampai Universitas. Ada beasiswa Universitas dari awal kuliah sampai lulus. Ada juga program PAUD,” rincinya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Abdul Rahman Bando, mengatakan, kegiatan BPG yang dilaksanakan oleh Charoen Pokphand Foundation sangat membantu Dinas Pendidikan dalam pengembangan potensi guru di tengah keterbatasan anggaran.
“Saya mau melakukan hal yang sama tapi anggaran terbatas. Di Makassar ada 8.000 guru dengan alokasi anggaran untuk kegiatan seperti ini hanya Rp600 juta. Jadi kami tidak bisa menyentuh keseluruhan. Nah, kegiatan sangat membantu kami juga pengembangan guru-guru,” paparnya.
Menurutnya, kegiatan ini akan berefek besar terhadap pembangunan kemanusiaan berangkat dari mencerdaskan
para guru.
“Kemajuan budaya dan peradaban berkembang lewat guru. Ini lompatan-lompatan yang melebihi perusahaan- perusahaan lainnya. Charoen Pokphand mampu menangkap bahwa kalau mau pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor, harus cerdaskan bangsa,” pungkasnya. (hry).




