Basdir Minta PD Pasar Garap Pasar Potensial yang Belum Tertata

Basdir Minta PD Pasar Garap Pasar Potensial yang Belum Tertata

MAKASSAR, UPEKS— Upaya Perumda Pasar Makassar Raya menata Pasar Senggol di Jalan Opu Daeng Risadju, Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mamajang, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan daerah dalam membenahi pasar-pasar tradisional agar lebih tertata dan nyaman.
Pasar Senggol yang berada di bawah pengelolaan Pasar Sambung Jawa ditata secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang.
Penataan meliputi pengaturan gerobak dan rangka jualan, penyeragaman ukuran lapak, serta pembenahan ruang sirkulasi agar akses pengunjung menjadi lebih luas dan nyaman.
Basdir menilai langkah tersebut patut diapresiasi karena tidak hanya menyasar Pasar Senggol, tetapi juga sejumlah pasar lain di Makassar yang selama ini dinilai semrawut.
“PD Pasar lumayan baguslah kerjanya. Beberapa pasar yang semrawut selama ini di Makassar itu kemudian dilakukan penataan. Penataan pedagangnya, mungkin penataan asetnya. Ini sudah luar biasa. Dan menurut saya, memang harus seperti itu. Jangan cuma di beberapa pasar saja,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Meski mengapresiasi kinerja Perumda Pasar, Basdir berharap penataan tidak berhenti pada beberapa lokasi saja. Ia meminta pemerintah terus memperhatikan pasar-pasar tradisional lain yang dinilai memiliki potensi besar apabila dikelola secara optimal.
“Karena banyak pasar potensial kita sebenarnya yang bagus-bagus sekali ketika ditata dengan baik. Seperti itu. Jadi, ya tentu kita apresiasi,” ujarnya.
Selain penataan, Basdir juga mendorong Perumda Pasar untuk memprioritaskan pengembangan pasar-pasar strategis yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, sejumlah pasar memiliki lokasi yang sangat strategis dan layak menjadi prioritas pembangunan.
“Kan begini, ada beberapa pasar itu yang strategis sekali. Misalnya Pasar Kalimbu, yang di bawah Kereng Veteran itu. Kemudian Pasar Toddoppuli, toh. Kemudian banyaklah pasar yang betul-betul strategis lokasinya,” katanya.
Ia mengungkapkan, Komisi B DPRD Makassar sebelumnya telah mengusulkan agar Perumda Pasar membuka berbagai skema pembiayaan pembangunan pasar, baik melalui kerja sama dengan pihak ketiga maupun dukungan pemerintah pusat.
“Kami pernah sarankan waktu rapat di komisi, bagaimana caranya PD Pasar berpikir untuk membangun itu. Apakah melibatkan pihak ketiga, ataukah misalnya dari kementerian di Jakarta, Kementerian Perdagangan. Itu kami minta untuk PD Pasar mencari jalannya. Karena kalau itu bisa terbangun, dampaknya bagus sekali untuk masyarakat,” tuturnya.
Basdir berharap pembenahan pasar dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pasar tradisional di Makassar.
Menurutnya, pasar yang tertata tidak hanya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat-pusat perdagangan modern. (jir)