Refleksi Tahun Baru Islam, Pesantren Darul Arqam Gombara Makassar Dorong Hijrah Peradaban

Refleksi Tahun Baru Islam, Pesantren Darul Arqam Gombara Makassar Dorong Hijrah Peradaban

MAKASSAR, UPEKS.Co.id– Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar menggelar Tabligh Akbar di Masjid Darul Arqam, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2026).

Momentum pergantian tahun ini dijadikan ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali komitmen mencetak generasi muda yang unggul dan berkemajuan.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Hijrah untuk Peradaban: Mewujudkan Generasi Islam yang Unggul dan Berkemajuan”, acara ini mempertemukan ratusan partisipan yang terdiri atas civitas akademika pesantren, orangtua santri, alumni, serta masyarakat umum.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing, H.T., M.S., yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan bahwa hijrah tidak boleh dimaknai sekadar sebagai perpindahan fisik atau rutinitas kalender. Lebih dari itu, hijrah adalah sebuah transformasi kultural dan intelektual yang bergerak secara dinamis.

“Hijrah adalah proses transformasi diri yang berkelanjutan menuju kehidupan yang lebih baik. Di era modern ini, esensi hijrah terletak pada bagaimana kita membangun peradaban Islam yang tidak hanya berbasis pada kekuatan ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh secara akhlak,” ujar Qadir, yang juga merupakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar periode 2011–2015.

Menurut Qadir, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut umat Islam untuk memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas spiritualnya. Di sinilah lembaga pendidikan Islam seperti pesantren memegang peranan krusial sebagai laboratorium peradaban.

Evaluasi dan Capaian Lembaga

Sementara itu, Mudir (Pimpinan) Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Dr. Ir. KH. Muh. Syaiful Saleh, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau evaluasi institusional.

Syaiful memaparkan sejumlah capaian strategis yang telah diraih pesantren dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penguatan integrasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, akselerasi kualitas sumber daya manusia pengajar, hingga inovasi program pembinaan karakter santri. Bagi Syaiful, seluruh lompatan kemajuan ini adalah buah dari ekosistem kolaboratif yang sehat.

“Kemajuan yang diraih pesantren hari ini merupakan hasil sinergi yang utuh dari seluruh elemen, mulai dari pimpinan, tenaga pendidik, santri, orangtua, hingga jejaring alumni yang kuat,” kata Syaiful.

Ia menambahkan, perayaan 1 Muharram harus menjadi batu pijakan baru untuk melangkah lebih jauh. “Momentum Tahun Baru Islam harus menjadi titik awal untuk memperkuat semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, sekaligus membangun generasi Islam yang unggul, berkemajuan, mandiri, dan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah,” cetusnya.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pesantren Darul Arqam Gombara kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu jangkar pendidikan Islam di Indonesia Timur yang berkomitmen melahirkan generasi mandiri berwawasan global demi terwujudnya peradaban yang rahmatan lil ‘alamin. (*)