Pangkep, UPEKS – Di halaman Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, sebuah penghargaan dari Presiden Republik Indonesia berpindah tangan. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menerimanya dengan tenang. Namun di balik medali itu, tersimpan cerita panjang tentang laut, tambak, dan harapan masyarakat pesisir yang terus dijaga.
Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalancanan Wira Karya untuk Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan Pengembangaan dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan.
Penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto, diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Plaza Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara
No. 7, Jakarta Pusat, Senin (1/6).
“Terima kasih Presiden Prabowo Subianto atas penghargaan yang diberikan, “ujar Yusran.
Yusran menuturkan, penghargaan yang diterimanya tentu saja menjadi semangat, motivasi untuk terus berbuat yang terbaik di daerah.
“Ya, ini tentu saja menjadi bentuk perhatian Bapak Presiden tentu saja untuk kami kepala pemerintahan di daerah,” ujarnya.
Yusran menjelaskan Kabupaten Pangkep memiliki begitu besar potensi yang sangat besar di bidang perikanan dan kelautan. Pelbagai upaya telah dilakukan untuk bisa memajukan sektor perikanan sebagai potensi perekonomian masyarakat.
“Pangkep itu memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat luar biasa,” katanya.
Ia menceritakan, jika Kabupaten Pangkep pernah memiliki masa kejayaan di sektor perikanan, terkenal dengan penghasil tambak ikan bandeng atau bolu dan juga penghasil udang.
“Potensi ini yang coba kita kembali upayakan, dengan mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada di sektor perikanan untuk peningkatan produksi yang tentu saja tidak lain untuk memajukan perekonomian di masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, selain Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau ada tujuh pejabat yang menerima Satyalancanan Wira Karya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Muhammad Isa Anshori.(sah)

