GOWA, UPEKS– Tim Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Mabes Polri melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) di Jalan Mustafa Daeng Bunga, Paccinongan, Kabupaten Gowa, Ahad (31/5/2026).
Rombongan Tim BIK Mabes Polri yang dipimpin Novianto diterima langsung oleh Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, didampingi jajaran pengurus pusat organisasi tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan dalam mengantisipasi berkembangnya paham intoleransi dan radikalisme di Indonesia, khususnya yang berpotensi masuk ke lingkungan pendidikan. Selain itu, kedua pihak juga membahas berbagai isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di Sulawesi Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Novianto menyampaikan bahwa paham radikalisme saat ini dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, berbagai pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
“Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi lintas sektoral dalam upaya pencegahan dan penanggulangan. Aparat keamanan perlu menggandeng organisasi kemasyarakatan untuk memberikan edukasi dan penguatan pemahaman kebangsaan kepada masyarakat sebagai langkah preventif agar tidak terpapar paham radikalisme,” ujarnya.
Berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, penanggulangan penyebaran hoaks di masyarakat, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Sulawesi Selatan.
Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, menyambut baik kunjungan dan inisiatif kolaborasi yang dibangun oleh Polri. Ia menegaskan bahwa ICATT selama ini memiliki perhatian serius terhadap upaya pencegahan terorisme, radikalisme, dan ekstremisme melalui pendekatan edukasi, penguatan moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat.
“ICATT memiliki program pencegahan terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Karena itu kami siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Polri dalam berbagai program yang bertujuan memperkuat moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Mallingkai.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat dalam melakukan pembinaan terhadap lingkungan pendidikan. Menurutnya, penguatan karakter kebangsaan dan moderasi beragama perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Mallingkai menjelaskan bahwa ICATT merupakan wadah berhimpunnya alumni perguruan tinggi Timur Tengah dari berbagai negara, seperti Mesir, Arab Saudi, Sudan, Yaman, Yordania, Turki, dan negara lainnya. Organisasi tersebut dibentuk untuk memperkuat kontribusi alumni Timur Tengah dalam bidang keumatan, keindonesiaan, dan kebangsaan.
“ICATT hadir untuk menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang moderat, toleran, dan cinta tanah air. Jaringan alumni Timur Tengah yang kami miliki merupakan potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat,” tambahnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain Tim BIK Mabes Polri, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan serta sejumlah pengurus DPP ICATT, di antaranya Rusmin Abd. Rauf selaku Ketua Bidang Pencegahan Terorisme, Radikalisme dan Ekstremisme, Abd. Rahman Zein selaku Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan, serta Muhammad Zati Rifki dari Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga.
Melalui pertemuan ini, Polri dan ICATT berharap dapat memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan bangsa, meningkatkan ketahanan sosial masyarakat, serta mencegah berkembangnya paham-paham yang berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rls)

