Pemberangkatan Gelombang II, Jemaah Haji Diminta Simpan Pakaian Ihram di Koper Kabin

Pemberangkatan Gelombang II, Jemaah Haji Diminta Simpan Pakaian Ihram di Koper Kabin

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H Ikbal Ismail

MAKASSAR, UPEKS–Proses pemberangkatan jemaah haji gelombang I Embarkasi Makassar akan ditutup dengan keberangkatan kloter 21 UPG asal Kabupaten Soppeng, Gowa, dan Enrekang, Rabu (6/5/2026), pukul 13.35 Wita.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H Ikbal Ismail, menyampaikan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji gelombang I hampir rampung. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Asrama Haji Makassar, Selasa (5/5/2026).

Ikbal mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memberangkatkan jemaah hingga kloter 20, dan dijadwalkan satu kloter terakhir akan diberangkatkan untuk menutup gelombang pertama.Pemberangkatan Gelombang II, Jemaah Haji Diminta Simpan Pakaian Ihram di Koper Kabin

“Kloter 20 sudah kita berangkatkan, dan insya Allah satu kloter lagi besok. Dengan demikian, gelombang pertama akan berakhir, dan selanjutnya kloter 22 akan masuk gelombang kedua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan mendasar antara gelombang pertama dan gelombang kedua dalam proses kedatangan di Arab Saudi.

Pada gelombang pertama, jemaah haji mendarat di Madinah, sementara pada gelombang kedua langsung menuju Jeddah.

“Karena gelombang kedua mendarat di Jeddah, maka jemaah harus sudah dalam kondisi berihram sejak dari embarkasi. Ini penting kami sosialisasikan, agar jemaah menyiapkan pakaian ihramnya di koper kecil atau koper kabin,” jelasnya.

Ikbal menegaskan, pakaian ihram tidak boleh dimasukkan ke dalam koper besar, karena koper tersebut baru akan diterima kembali oleh jemaah saat tiba di Makkah.

“Ini menjadi perhatian penting. Jangan sampai pakaian ihram dimasukkan ke koper besar, karena itu akan menyulitkan jemaah. Pakaian ihram wajib ada di koper kabin,” tegas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel ini.

Ia menyampaikan, sebelum memasuki aula pemberangkatan, jemaah gelombang kedua diharapkan sudah mandi, mengenakan pakaian ihram, dan siap menjalankan proses selanjutnya. Sementara niat umrah akan dilakukan di atas pesawat saat melintasi wilayah miqat Yalamlam.

Terkait jumlah jemaah, Ikbal menyebutkan bahwa hingga kloter 20, sebanyak 7.849 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara satu kloter terakhir pada gelombang pertama akan membawa sekitar 393 jemaah.

Adapun untuk jemaah yang tertunda keberangkatannya, hingga saat ini masih terdapat delapan kursi kosong (open seat) yang akan diisi oleh jemaah pengganti sesuai nomor urut.

“Penundaan umumnya disebabkan beberapa faktor, seperti kondisi kehamilan, sakit di daerah, maupun sakit saat berada di asrama haji. Bahkan ada juga yang harus dirujuk ke RS Wahidin,” ungkapnya.

Ia berharap jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera pulih, sehingga tetap bisa diberangkatkan pada kloter berikutnya.

Pemberangkatan gelombang pertama telah berlangsung sejak 22 April 2026 hingga 6 Mei 2026. Adapun jemaah haji gelombang kedua akan masuk asrama haji, Rabu (6/5/2026), pukul 08.00 Wita dari Kabupaten Bone. Proses penerimaan gelombang II akan berakhir 22 Mei mendatang. (*)