MAROS, UPEKS— Pelayanan jemaah haji melalui program Makkah Route di Embarkasi Makassar kembali menuai apresiasi. Program ini dinilai mampu memangkas waktu pemeriksaan sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah asal Indonesia.
Ketua Tim Makkah Route Embarkasi Makassar, Obaid Fala Alotaibi, mengungkapkan proses layanan berlangsung sangat cepat.
“Proses ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 menit jika ada kendala. Namun jika sistem berjalan lancar, bisa selesai kurang dari 5 detik,” ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pada proses imigrasi Kloter 17 UPG, Minggu (3/5/2026).
Dia menjelaskan, Makkah Route merupakan bentuk kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan haji, khususnya pada tahap pemeriksaan dokumen dan imigrasi.
Melalui program ini, seluruh proses keimigrasian diselesaikan di bandara keberangkatan di Indonesia. Setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre pemeriksaan imigrasi.
“Nanti saat tiba, jemaah langsung menuju bus dan diberangkatkan ke hotel. Bahkan bagasi sudah menunggu di hotel masing-masing,” jelasnya melalui penerjemah.
Obaid menambahkan, sistem pelayanan dirancang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan paspor hingga distribusi jemaah di titik layanan.
Terkait jumlah petugas, pihaknya tidak merinci secara detail. Namun, ia memastikan pelayanan tetap berjalan optimal melalui sistem pergantian petugas.
“Jumlah petugas bisa berubah, yang terpenting pelayanan tetap maksimal,” katanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di Makassar, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan, atas dukungan pelaksanaan program tersebut.
Embarkasi Makassar menjadi satu dari empat embarkasi di Indonesia yang menerapkan Makkah Route, bersama Jakarta, Solo, dan Surabaya. Program ini diharapkan dapat diperluas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Makassar memiliki peran strategis sebagai embarkasi terbesar di kawasan timur Indonesia dalam pengembangan layanan haji yang lebih modern dan efisien,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, menilai program ini sebagai terobosan penting dalam mempercepat proses keimigrasian.
“Selama ini pemeriksaan dilakukan di bandara Madinah atau Jeddah. Tahun ini Makassar menjadi salah satu lokasi penerapan Makkah Route, sehingga proses tersebut sudah diselesaikan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, area layanan Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin telah dikategorikan sebagai wilayah kerja otoritas Arab Saudi.
“Ketika jemaah memasuki area tersebut, secara sistem sudah dianggap berada di wilayah Arab Saudi. Di situlah dilakukan pemeriksaan imigrasi,” jelasnya.

