MAKASSAR, UPEKS —Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menggelar pertemuan informal bersama sejumlah stakeholder dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas kesiapan operasional haji tahun 2026, Kamis (26/3).
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari PT Angkasa Pura Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Gapura Angkasa, dan Perum Damri. Diskusi difokuskan pada peningkatan layanan dan kelancaran proses keberangkatan jemaah haji, khususnya di Embarkasi Makassar.
Dalam pertemuan itu, H. Ikbal Ismail menyampaikan bahwa tahun ini akan ada tambahan layanan dalam operasional haji berupa Mekkah Route (fast track).
Program ini memungkinkan proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
“Dengan adanya Mekkah Route, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi, sehingga bisa lebih cepat menuju hotel,” ujarnya.
Selain itu, penyerahan kartu Nusuk kepada jemaah akan dilakukan di asrama haji, demikian halnya
proses aktivasi Nusuk di Asrama Haji.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Sulsel, H. Asa Afif, menjelaskan bahwa seluruh layanan administrasi jemaah akan dipusatkan dalam satu lokasi melalui sistem one stop service di Embarkasi Makassar.
“Layanan tersebut mencakup pengaturan akomodasi di asrama haji, pembagian gelang identitas, living cost, paspor dan visa, boarding pass, kartu Nusuk, hingga pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa prosesi seremonial keberangkatan akan dipersingkat guna memberikan waktu lebih bagi jemaah menuju bandara, mengingat adanya pemeriksaan imigrasi Arab Saudi di lokasi tersebut.
Selain itu, pengamanan di asrama haji akan diperketat agar jemaah dapat beristirahat secara optimal sebelum keberangkatan.
Dari pihak PT Angkasa Pura Indonesia, diwakili Airport Security Division Head Sulkifli Najamuddin, menyampaikan bahwa berbagai fasilitas pendukung Mekkah Route telah disiapkan di Bandara Sultan Hasanuddin, khususnya di gate internasional nomor 12.
Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu, lounge, mushola, toilet, serta akses eskalator dan elevator guna menunjang kenyamanan jemaah.
Selain itu, Angkasa Pura juga akan menyiapkan petugas pelayanan serta memperketat proses skrining bagi jemaah dan petugas yang memasuki area steril bandara.
Perwakilan PT Garuda Indonesia seperti disampaikan Sutrioswati Enie Sujipto, memastikan kesiapan armada dengan mengoperasikan pesawat tipe Boeing 777 yang mampu mengangkut 393 penumpang. Dua unit pesawat disiapkan untuk mendukung operasional haji tahun ini.
“Penempatan jemaah dan petugas di dalam pesawat harus sesuai dengan nomor manifest penerbangan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar jadwal keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Sementara itu, PT Gapura Angkasa seperti disampaikan Deddy Setiadi, akan menangani layanan ground handling sejak proses boarding di asrama haji hingga jemaah naik ke pesawat, termasuk dalam pelaksanaan Mekkah Route.
“Penyesuaian jumlah personel juga akan dilakukan dengan mempertimbangkan komposisi jemaah lanjut usia yang mencapai sekitar 40 persen di setiap kelompok terbang (kloter),”ucapnya.
Perum Damri turut menyatakan kesiapan dalam penyediaan transportasi darat dengan menyiapkan 11 unit bus untuk mengantar jemaah ke bandara. Seluruh armada akan melalui pengecekan kelayakan sebelum digunakan.
Ismail dari divisi teknik, mengungkapkan petugas Damri akan mendapatkan pengarahan ulang terkait jalur operasional di bandara, mengingat adanya perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan pelaksanaan operasional haji tahun 2026 di Embarkasi Makassar dapat berjalan lebih lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para jemaah.(*)

