WAJO, Upeks.co.id — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo ungkap hampir sepuluh ribu hektar sawah alami kekeringan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu buntut kemarau panjang yang terjadi. Hujan sama sekali tak pernah turun di sejumlah Kecamatan dalam dua pekan terakhir.
Sedikitnya 9.851 hektar lahan sawah terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 8.209 hektar kategori kekeringan ringan.
Sedangkan 1.642 hektar masuk kategori kekeringan sedang.
Dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo, Belawa menjadi wilayah terdampak kekeringan lahan paling luas, mencapai 3.510 hektar setengah lahan mengalami kekeringan sedang.
Kecamatan lain seperti Tempe, Maniangpajo, Pammana dan Sabbangparu masuk kategori ringan.
Anwar, Petani asal Kelurahan Belawa membenarkan kemarau panjang ancam padi warga gagal panen.
“Sawah sudah retak karena tidak ada air (tidak ada hujan). Petani menjerit karena pompa air tidak bisa, bahan bakar susah,” kata Anwar Rabu (12/8/2026).
“Padi juga mulai menguning sebelum waktunya,” sambung Anwar.
Olehnya, ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah setempat.
Menanggapi hal itu, Kadis Pertanian Andi Pameneri melakukan langkah konkrit dalam menangani hal tersebut.
“Telah kami maksimalkan potensi sumber daya air di permukaan maupun air tanah. Awal tahun ini ada 161 titik bor dangkal,” ujarnya.
Tahun lalu, kata Andi Pameneri telah mengalokasikan bor dangkal di puluhan titik.
“Air tanah tahun lalu kita alokasikan 96 titik bor dangkal dan awal tahun ini 161 titik. Begitu pula untuk sumber air permukaan ada irpom 75 titik,” katanya.(rls)

