Andi Ahmad Rumi Ukir Prestasi di Audisi PB Djarum Makassar, Incar Tiket ke Kudus

Andi Ahmad Rumi Ukir Prestasi di Audisi PB Djarum Makassar, Incar Tiket ke Kudus
ebulu tangkis muda asal PB Yanti Jaya Makassar, Andi Ahmad Rumi Abinafa, berhasil menembus babak semifinal Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar yang berlangsung di GOR Dafest, Makassar, Jumat (7/8).

MAKASSAR, UPEKS – Pebulu tangkis muda asal PB Yanti Jaya Makassar, Andi Ahmad Rumi Abinafa, berhasil menembus babak semifinal Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar yang berlangsung di GOR Dafest, Makassar, Jumat (7/8).

Persaingan pada hari ketiga audisi semakin ketat dengan diikuti sebanyak 233 peserta dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Rumi, yang baru berusia 11 tahun dan kini duduk di bangku kelas 5 SD, memastikan langkah ke semifinal setelah melewati pertandingan sengit yang harus diselesaikan dalam tiga gim.

“Saya ingin masuk PB Djarum supaya bisa membahagiakan kedua orang tua saya,” kata Andi Ahmad Rumi Abinafa.

Rumi mengakui pertandingan menuju semifinal berlangsung sulit. Ia bahkan sempat kehilangan gim kedua sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan kemenangan.

Meski lolos, Rumi menilai permainannya belum maksimal. Ia masih sering melakukan kesalahan sendiri dengan mengirim shuttlecock keluar lapangan.

Selama pertandingan, Rumi juga kerap meminta arahan kepada pelatih setiap reli berakhir. Menurutnya, arahan tersebut menjadi tambahan motivasi sekaligus membantu memperbaiki permainan di lapangan.

Menghadapi semifinal, Rumi memilih fokus menjaga kondisi fisik dengan beristirahat cukup dan mengatur pola makan agar tetap bugar menghadapi lawan yang diperkirakan lebih berat.

Audisi tahun ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti seleksi PB Djarum. Sebelumnya, ia belum pernah mengikuti audisi di Kudus karena keterbatasan biaya.

Kehadiran Audisi Umum PB Djarum di Makassar memberinya kesempatan untuk mengejar impian menjadi atlet nasional.

Kecintaan Rumi terhadap bulu tangkis tumbuh sejak duduk di kelas 1 SD. Ia mengidolakan tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sebagai salah satu inspirasinya.

Sementara itu, pelatih PB Yanti Jaya Makassar mengatakan klubnya membawa 14 atlet ke Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar. Hingga babak ini, tiga atlet masih bertahan dalam persaingan.

“Kami tentu berharap semuanya bisa lolos, termasuk ke tahap karantina PB Djarum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PB Yanti Jaya terus mendorong atlet-atletnya mengikuti Audisi Umum PB Djarum karena sejumlah alumni klub telah bergabung dengan PB Djarum, di antaranya Husnul Khatimah, Sofi Al Musyirah, dan Wahyu Dwi Ahmad.

Sementara itu, Deputy Manager sekaligus Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw atau Holvy, menilai kualitas peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar melampaui ekspektasinya.

Menurut Holvy, para peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga menunjukkan karakter bermain agresif yang sesuai dengan format pertandingan 15 poin.

“Selama turnamen berlangsung, kualitas atlet di Makassar ternyata jauh lebih bagus daripada ekspektasi saya. Yang paling menonjol adalah karakter bermain mereka yang agresif dan lebih menyerang,” ujar Holvy.

Ia menilai gaya bermain menyerang menjadi ciri khas atlet-atlet Makassar. Karakter tersebut dinilai menguntungkan karena mampu menghasilkan poin lebih cepat dalam format pertandingan yang digunakan pada audisi tahun ini.

Meski demikian, Holvy mengingatkan bahwa permainan agresif harus diimbangi kondisi fisik yang prima melalui latihan speed endurance dan power agar atlet mampu menjaga performa sepanjang pertandingan.

Menurutnya, keberanian para atlet muda Makassar juga menjadi nilai lebih yang membedakan mereka dari peserta regional lain.

“Yang paling menarik perhatian saya adalah keberanian mereka. Di usia yang masih sangat muda, mereka sudah berani mengejar shuttlecock dengan lompatan dan sangat agresif mengambil bola di depan net. Itu menunjukkan pembinaan pelatih-pelatih lokal berjalan sangat baik,” katanya.

Holvy menambahkan, karakter peserta Makassar berbeda dengan peserta regional sebelumnya di Pekanbaru.

Jika atlet Pekanbaru lebih komplet dari sisi transisi permainan, maka peserta Makassar tampil menonjol berkat mental bertanding dan keberanian menyerang yang tinggi.(***)

Pos terkait