SINJAI,UPEKS.co.id – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satunya melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program bertajuk “Penguatan UMKM Ikan Asin Berbasis Kesehatan Kerja, Kualitas Produk dan Daya Saing untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir” tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Megarezky Makassar dengan melibatkan mahasiswa bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini menyasar UMKM Ikan Asin Lappayang di Kelurahan Lappa, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dan berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan yang secara khusus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha ikan asin melalui pendekatan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Ketua Tim PKM, Ani T. Prianti, bersama anggota tim Sardi Anto dan Andi Meinar Dwi Rantisari Thayeb, serta mahasiswa Mohammad Isra Namkatu dan Eka Putri Anugrah, merancang rangkaian kegiatan secara bertahap untuk memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM masyarakat pesisir.
Program PKM dilaksanakan dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa sosialisasi program, yang bertujuan memperkenalkan tujuan, manfaat, dan rencana pelaksanaan kegiatan kepada mitra serta masyarakat sasaran.
Selanjutnya pada tahap kedua, dilaksanakan rangkaian pelatihan intensif pada 15–16 Juli 2026 yang diikuti oleh 20 peserta, terdiri atas para pelaku usaha dan penjual ikan asin di Kelurahan Lappa.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Perwakilan Kepala Lingkungan Lappa, Lukman. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi Universitas Megarezky Makassar serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memilih Kelurahan Lappasebagai lokasi pelaksanaan program ini. Kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali kami terima dan sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM ikan asin. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat meningkatkan kualitas usaha masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan dilaksanakan melalui tiga materi utama, yaitu Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Usaha, serta Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital dan Pemasaran Online.
Pada sesi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama proses produksi, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan sanitasi lingkungan kerja, serta praktik kerja yang aman dalam pengolahan ikan asin.
Tidak hanya teori, peserta juga mempraktikkan secara langsung proses pengeringan ikan yang higienis sesuai prinsip keamanan pangan.
Sementara itu, pada pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha, peserta dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan usaha, strategi peningkatan kualitas produk, pencatatan sederhana, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan pasar.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan teknologi digital melalui pengenalan strategi pemasaran online menggunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Peserta juga diajarkan membuat konten promosi, memasarkan produk secara digital, serta memperluas jangkauan pemasaran agar tidak hanya bergantung pada penjualan secara konvensional.
Selain peningkatan kemampuan pemasaran, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai teknik pengemasan (packaging) yang lebih menarik dan profesional sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk ikan asin sekaligus memperkuat daya saing di pasar yang lebih luas.
Tahap terakhir dari program ini adalah pendampingan dan evaluasi, yang dilakukan untuk memastikan seluruh materi pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha para peserta.
Pendampingan juga menjadi sarana bagi tim pelaksana dalam mengidentifikasi perkembangan pengetahuan, perubahan perilaku kerja, serta peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM mitra.
Ketua Tim PKM, Ani T. Prianti, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan kerja sebagai bagian dari produktivitas usaha.
“Kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga menerapkan proses produksi yang aman, higienis, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pasar. Dengan demikian, daya saing produk lokal dapat meningkat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh peserta aktif mengikuti diskusi, praktik lapangan, hingga sesi tanya jawab.
Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai penerapan K3, penggunaan APD, proses produksi ikan asin yang lebih higienis, teknik pengemasan yang menarik, hingga kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Salah satu pengurus UMKM Ikan Asin Lappa, Sri Wahyu Ningsih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama ini kami lebih banyak bekerja berdasarkan pengalaman tanpa memahami pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja maupun strategi pemasaran modern. Sekarang kami mengetahui bagaimana menghasilkan ikan asin yang lebih higienis, menggunakan kemasan yang lebih menarik, serta memasarkan produk melalui Instagram dan Facebook. Program ini sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman pertama yang kami rasakan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga UMKM di Lappa semakin berkembang,” ungkapnya.
Keberhasilan pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi wilayah pesisir.
Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, inovasi produk, serta digitalisasi pemasaran, UMKM diharapkan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
Tim pelaksana juga merekomendasikan agar program pendampingan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi keamanan pangan, pengembangan merek (branding), perluasan pemasaran digital melalui marketplace, serta penguatan jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah dan sektor swasta agar produk ikan asin Lappa memiliki akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Di akhir kegiatan, seluruh tim pelaksana, mitra, dan peserta menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Dukungan tersebut dinilai telah memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, memperkuat kualitas produk, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir di Kelurahan Lappa, Kabupaten Sinjai. (*)




