Kabar Baik! Debit Air PDAM Makassar Bakal Naik 300 Liter per Detik, Wilayah Utara Siap Nikmati Pasokan Lebih Stabil

Kabar Baik! Debit Air PDAM Makassar Bakal Naik 300 Liter per Detik, Wilayah Utara Siap Nikmati Pasokan Lebih Stabil

Kabar Baik! Debit Air PDAM Makassar Bakal Naik 300 Liter per Detik, Wilayah Utara Siap Nikmati Pasokan Lebih Stabil
MAKASSAR, Upeks.co.id – Musim kemarau mulai terasa. Debit air sungai menurun. Namun Perumda Air Minum Kota Makassar punya kabar menggembirakan. Uji coba Intake Manggala sukses dilakukan. Tambahan 300 liter air baku per detik kini disiapkan untuk menjaga pasokan air bersih tetap mengalir ke ribuan pelanggan.

Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dalam memperkuat layanan air bersih kembali membuahkan hasil. Perusahaan daerah itu berhasil melakukan uji coba pengoperasian Pompa Intake Manggala (Moncongloe) yang mengambil sumber air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala, Rabu (1/7/2026).

Bacaan Lainnya

Keberhasilan uji coba tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi musim kemarau. Saat beroperasi penuh, Intake Manggala diproyeksikan mampu menambah pasokan air baku hingga 300 liter per detik, sehingga kapasitas produksi air bersih PDAM Makassar meningkat secara signifikan.

Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, mengatakan tambahan pasokan dari Waduk Nipah-Nipah sangat dibutuhkan untuk menopang suplai dari Bendung Leko Pancing yang mulai mengalami penurunan debit akibat musim kemarau.

“Hari ini kami melaksanakan uji coba pompa air baku Intake Manggala atau yang lebih dikenal sebagai Intake Moncongloe. Pengoperasian ini sangat diperlukan sebagai penunjang air baku yang ada di Saluran Leko Pancing,” ujarnya.

Menurut Kamil, tambahan debit air baku akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas produksi di dua instalasi pengolahan air milik Perumda Air Minum Kota Makassar, yakni IPA II Panaikang dan IPA III Antang.

Dengan meningkatnya produksi, distribusi air bersih kepada pelanggan, terutama di wilayah utara Kota Makassar dan sebagian Kecamatan Makassar, diharapkan menjadi lebih lancar dan stabil.

“Harapannya, ketika Intake Manggala beroperasi optimal, kapasitas air baku akan bertambah sehingga produksi di IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang juga meningkat. Dengan begitu, suplai air bersih kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” jelasnya.

Keberhasilan uji coba tersebut, lanjut Kamil, merupakan hasil koordinasi intensif Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar dengan berbagai pihak, termasuk PT Traya, dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur pendukung agar fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan.

“Keberhasilan pengoperasian Intake Manggala merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang terus dibangun Direksi dengan pihak ketiga untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Meski demikian, pengoperasian intake dilakukan secara bertahap. Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh sistem perpompaan dan peralatan mekanikal bekerja secara optimal sekaligus menghindari potensi gangguan teknis yang dapat memengaruhi proses produksi maupun distribusi air bersih.

“Kami menjalankan pengoperasian secara bertahap agar seluruh sistem dapat beradaptasi dengan baik dan untuk menghindari gangguan pada mesin. Keselamatan peralatan serta keberlangsungan pelayanan tetap menjadi prioritas kami,” tegas Kamil.

PDAM Makassar juga mengajak masyarakat memberikan dukungan agar proses optimalisasi Intake Manggala berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Dengan tambahan sumber air baku dari Waduk Nipah-Nipah, perusahaan optimistis pelayanan air bersih akan semakin andal, terutama dalam menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan air baku.

“Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pengoperasian Intake Manggala berjalan lancar. Dengan bertambahnya pasokan air baku, kami optimistis pelayanan air bersih kepada pelanggan akan semakin baik, terutama saat menghadapi musim kemarau,” tutup Kamil.(adv)