Kembali ke Tanah Air, Jemaah Haji Kloter 13 asal Malut Diinapkan Semalam di Makassar

Kembali ke Tanah Air, Jemaah Haji Kloter 13 asal Malut Diinapkan Semalam di Makassar

MAKASSAR, UPEKS– Sebanyak 392 jemaah haji dan petugas Kloter 13 Debarkasi Makassar asal Maluku Utara tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis 11 Juni 2026.

Mereka akan diinapkan semalam di Asrama Haji Makassar sebelum diterbangkan ke Ternate pada Jumat (12/6).

Bacaan Lainnya

Jemaah diterima secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam prosesi serah terima di Aula Arafah Asrama Haji Makassar.

Hadir Asisten II Setda Maluku Utara Sri Haryati Hatari, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Maluku Utara, serta para kepala bagian Kesra kabupaten/kota.

Sri Haryati mengatakan setibanya di Ternate, para jemaah akan disambut langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Insya Allah besok jemaah akan disambut langsung oleh Ibu Gubernur sebelum kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Makassar, Kloter 13 berjumlah 392 orang yang terdiri dari 386 jemaah dan enam petugas. Jumlah itu berkurang satu orang dari manifest awal sebanyak 393 orang karena seorang jemaah, Edy Sundayana Edo, wafat di Tanah Suci pada 2 Juni 2026.

Wakil Koordinator Bidang Dokumen PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Aminuddin mengatakan hingga kedatangan Kloter 13, sebanyak 5.097 jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Makassar.

“Dari total 16.728 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, masih ada 11.627 orang yang akan dipulangkan secara bertahap pada kloter berikutnya,” ungkap Aminuddin.

Salah seorang jamaah haji Kloter UPG 13, Edy Sundayana Edo (58 tahun) asal Kabupaten Kepulauan Sula, wafat di Makkah pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kepergian Almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sesama jamaah, petugas haji, dan masyarakat Maluku Utara. Insya Allah, jenazah Almarhum dimakamkan pada Rabu pagi (3/6) waktu setempat, setelah disalatkan di Masjidil Haram, tempat yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

Berdasarkan laporan Ketua Kloter UPG 13 dan Petugas Haji Daerah, kondisi kesehatan Almarhum mulai menurun sekitar pukul 17.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Saat itu, Almarhum mengeluhkan sesak napas berat yang disertai batuk berulang.

Tim kesehatan kloter segera melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya gangguan fungsi paru-paru yang ditandai dengan suara ronki dan wheezing pada kedua lapang paru. Selain itu, saturasi oksigen Almarhum terus berfluktuasi dan mengalami penurunan yang cukup signifikan. (*)