Diterima di Enam Universitas Dunia, Mifttha Buktikan Anak SMK Bisa Menembus Batas Negara

Diterima di Enam Universitas Dunia, Mifttha Buktikan Anak SMK Bisa Menembus Batas Negara

MAKASSAR, Upeks.co.id — Mifttha Rizqani Halid Masloman baru berusia 18 tahun. Ia lahir pada 16 Oktober 2007. Namun langkahnya sudah lebih jauh dari banyak orang seusianya.

Siswi Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Telkom Makassar itu diterima di enam universitas internasional yang berada di empat negara berbeda. Sebuah pencapaian yang tidak datang dalam semalam.

Bacaan Lainnya

Namanya kini menjadi kebanggaan sekolah. Bukan karena keberuntungan. Tetapi karena kerja yang dilakukan dalam diam, belajar yang dijalani setiap hari, dan keberanian untuk bermimpi melampaui batas kota tempat ia tumbuh.

Putri dari Lidiawati itu mendapat surat penerimaan dari dua kampus di Australia, yakni Western Sydney University dan University of Wollongong. Dari Selandia Baru, ia diterima di University of Canterbury.

Di China, dua kampus membuka pintu untuknya, yakni Nanjing University serta Xi’an Jiaotong-Liverpool University, sebuah universitas hasil kolaborasi China dan Inggris. Sementara dari Jerman, Mifttha diterima di Arden University Berlin.

Enam kampus. Empat negara. Satu nama dari Makassar.

Prestasi itu disebutkan di akun Instagram resmi SMK Telkom Makassar. Kabar tersebut segera menjadi bukti bahwa siswa Sekolah Menengah Kejuruan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing di panggung pendidikan internasional.

Di balik pencapaian itu ada proses panjang. Ada tugas yang harus diselesaikan. Ada target yang harus dicapai. Ada kemampuan yang terus diasah. Mifttha memilih jalan yang tidak mudah, lalu menjalaninya dengan tekun.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Komunikasi SMK Telkom Makassar, Musliadi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki daya saing yang kuat di tingkat global.

Menurutnya, SMK tidak hanya menyiapkan siswa memasuki dunia kerja, tetapi juga membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas di dalam maupun luar negeri.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan meraih keberhasilan di tingkat internasional. Dengan kompetensi yang kuat dan kesiapan menghadapi tantangan global, siswa SMK mampu berdiri sejajar dengan lulusan dari berbagai jalur pendidikan lainnya,” kata Musliadi.

Ia berharap pencapaian Mifttha menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi besar dan mulai mempersiapkan masa depan sejak dini.

SMK Telkom Makassar sendiri terus mendorong peserta didiknya mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri global. Sekolah itu meyakini bahwa masa depan tidak ditentukan oleh asal sekolah, tetapi oleh kemampuan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

Kisah Mifttha menjadi pengingat sederhana. Bahwa sebuah mimpi dapat berangkat dari ruang kelas biasa. Dari komputer yang menyala setiap pagi. Dari tugas-tugas yang kadang melelahkan.

Lalu suatu hari, mimpi itu menemukan jalannya menuju Sydney, Canterbury, Nanjing, Liverpool, hingga Berlin.

Dan semuanya bermula dari Makassar.(*)