
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air baku yang menjadi sumber utama pasokan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang yang melayani ribuan pelanggan di wilayah utara Kota Makassar.
Kunjungan tersebut dipimpin Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauzah Madjid. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pejabat struktural dan tim teknis Perumda Air Minum Kota Makassar.
Selain melakukan peninjauan langsung di bendungan, rombongan juga melaksanakan kerja bakti dan pembersihan di sepanjang saluran air baku yang menghubungkan Bendungan Leko Pancing dengan IPA II Panaikang.
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, menjelaskan, peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai kendala yang menyebabkan berkurangnya debit air baku yang masuk ke IPA II Panaikang.
“Direksi bersama seluruh jajaran turun langsung ke Bendungan Leko Pancing untuk memastikan kondisi saluran air baku sekaligus melakukan kerja bakti. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan berkurangnya debit air yang diterima IPA II Panaikang.
Pertama, kebocoran yang terjadi secara alami pada sejumlah titik saluran. Kedua, maraknya pengambilan air baku secara ilegal atau illegal connection yang dilakukan di sepanjang jalur saluran. Ketiga, terjadinya pendangkalan yang menghambat aliran air menuju instalasi pengolahan.
“Kapasitas air baku di bendungan sebenarnya masih mencukupi. Namun di sepanjang badan saluran terdapat berbagai persoalan seperti kebocoran, pengambilan air secara ilegal, serta pendangkalan. Kondisi inilah yang membuat debit air berkurang ketika sampai ke IPA II Panaikang,” jelasnya.
Dampaknya, kapasitas produksi IPA II Panaikang menurun dan berpengaruh langsung terhadap pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah utara Kota Makassar, termasuk Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, dan Bontoala.
“Kondisi ini sangat mengganggu dan mengurangi produksi air kami, khususnya untuk layanan di utara kota,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, direksi juga memantau proses pembersihan saluran yang dilakukan secara bersama oleh tim teknis dan pegawai Perumda Air Minum Makassar. Pembersihan difokuskan pada area yang mengalami sedimentasi, penyumbatan, serta titik-titik yang terindikasi terjadi kehilangan air.
Selain melakukan pembenahan pada saluran eksisting, Perumda Air Minum Kota Makassar juga tengah mempercepat pembangunan Intake Manggala sebagai sumber tambahan air baku untuk menopang kebutuhan produksi.
Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan pasokan air baku dari Bendungan Leko Paccing, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Saat ini kami juga menggenjot pembangunan Intake Manggala untuk menutupi kekurangan suplai air baku. Sesuai komitmen pelaksana, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Juni 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pembenahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembersihan saluran, perbaikan titik kebocoran, penertiban pengambilan air ilegal, hingga percepatan penyediaan sumber air baku baru.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar. Kami terus bekerja melakukan berbagai upaya pembenahan agar pelayanan air bersih dapat kembali optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.(*)

